Selamat Datang

Untuk kalangan atau simpatisan kristiani.

Selamat datang di blog kami, semoga apa yang kami tuliskan dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Tuhan Yesus memberkati.


Terjemahkan Bahasa

Kamis, 27 Agustus 2015

Kesaksian - Gelandangan yang Duduk di Takhta Raja-Raja

Homeless
Angelo

Gelandangan Yang Duduk Di Tahta Raja-Raja
Ketika saya membaca sebuah buku yang ditulis oleh Rick Joyner dengan judul “The Vision”, saya mendapati sebuah bagian yang menarik perhatian untuk direnungkan bagi diri saya, dimana disitu Rick Joyner dalam pengalamannya di alam surgawi dipertemukan oleh “seseorang” yang ketika dia masih hidup di bumi adalah seorang gelandangan, tetapi pada akhirnya menempati tahta raja-raja ketika dia di surga. Namun bukan bagian itu yang menyentuh saya, melainkan kisah (kehidupan) dari gelandangan tersebut yang memberikan koreksi besar bagi siapa saja yang membaca kisah tersebut dengan hati yang terbuka.

Untuk mengetahui kisah selengkapnya, silahkan simak kesaksian berikut,

Rick Joyner berkisah:

Kemudian Dia (Tuhan Yesus) berhenti, dan saya melihat orang-orang yang berada di tahta di dekat kami. Kami masih berada di tempat di mana raja-raja paling tinggi duduk. Kemudian saya mengenali seorang laki-laki yang duduk dekat kami.

“Tuan, saya mengetahui engkau dari suatu tempat, tetapi saya tidak dapat mengingatnya.”
“Engkau pernah melihatku dalam sebuah penglihatan, ”jawabnya.
Saya segera ingat dan sangat terkejut! “Jadi engkau adalah orang yang nyata?”
“Ya,” jawabnya.

Saya teringat hari saat saya menjadi seorang pemuda Kristen dan frustasi akan masalah-masalah hidup saya. Saya keluar dari tengah-tengah tempat parkir dekat apartemen saya dan memutuskan untuk menunggu sampai Tuhan berbicara kepada saya. Saat saya duduk membaca Alkitab, saya mendapat penglihatan, paling pertama yang saya miliki. Dalam penglihatan itu, saya melihat seorang laki-laki yang dengan rajin melayani Tuhan. Dia secara terus menerus bersaksi kepada orang-orang, mengajar Alkitab dan mengunjungi serta mendoakan orang-orang sakit. Dia sangat rajin dan mempunyai kasih yang tulus pada orang-orang. Kemudian saya melihat seorang laki-laki lain yang bernama Angelo, seorang gelandangan. Ketika seekor anak kucing berjalan-jalan ditempatnya, dia mulai menendangnya tetapi menahan dirinya sendiri, meskipun masih mendorongnya keluar dari jalan dengan kaki. Kemudian Tuhan berkata siapakah dari orang-orang ini yang paling menyenangkan Tuhan.
“Yang pertama,” saya menjawab tanpa ragu-ragu.
“Bukan, yang kedua,” jawabNya dan mulai bercerita.

Dia menceritakan bahwa orang laki-laki yang pertama tadi dibesarkan dalam keluarga yang bahagia yang selalu mengenal Tuhan. Dia bertumbuh dalam gereja yang bagus dan kemudian dia menghadiri Akademi Alkitab terbaik di negaranya. Dia diberikan Kasih Tuhan dengan porsi 100, tetapi dia hanya menggunakan 75 porsi.

Orang kedua lahir dengan telinga tuli. Dia diperlakukan dengan kejam dan dipelihara dalam kegelapan, loteng yang dingin sampai dia ditemukan orang-orang yang berwewenang pada umur 8 tahun. Dia dipindahkan dari institusi satu ke institusi lain dimana perlakuan kejam itu masih terus diperolehnya. Akhirnya, dia dibuang ke jalanan. Tuhan hanya memberikan 3 porsi bagian dari KasihNya untuk membantu dia mengatasi hal ini, tetapi dia mengerahkan setiap kemampuannya untuk melawan kemarahan dalam hatinya dan menjaganya untuk tidak melukai anak kucing itu.

Sekarang saya melihat pada orang laki-laki itu, seorang raja yang duduk di atas tahta yang jauh lebih mulia dari yang dapat dibayangkan Salomo. Para panglima malaikat mengatur didekatnya, menunggu permintaannya. Saya berbalik kepada Tuhan. Saya masih tidak dapat mempercayai bahwa dia adalah nyata dan salah satu dari raja-raja besar.

“Tuhan, tolong ceritakan cerita selanjutnya,” pinta saya.
“Tentu saja, untuk itulah kita berada di sini. Angelo sangat setia dengan apa yang sudah Aku berikan dan Aku berikan lagi 3 porsi kasihKu. Dia menggunakan semuanya itu untuk berhenti mencuri. Dia hampir kelaparan, tetapi dia menolak untuk mengambil bagian yang bukan miliknya. Dia membeli makanan dengan mengumpulkan botol-botol dan adakalanya dia menemukan seseorang yang memberinya pekerjaan.

‘Angelo tidak dapat mendengar tetapi dia belajar untuk membaca, jadi Aku kirimkan dia sebuah traktat injil. Saat dia membacanya, Roh Kudus membuka hatinya dan dia memberikan hidupnya untuk Aku. Kemudian aku menggandakan porsi kasihKu untuk dia dan dia dengan setia menggunakan semuanya. Dia ingin membagikan tentang Aku kepada yang lain tetapi dia tidak dapat berbicara. Sekalipun dia hidup dalam kemiskinan, dia mulai menghabiskan sebagian pendapatannya yang dia miliki untuk membuat traktat Injil dan membagikannya di ujung – ujung jalan.”

“Berapa banyak jiwa yang dia bawa kepadaMu?” tanya saya memikirkan bahwa ada banyak jiwa yang dia bawa sehingga dia bisa duduk bersama dengan raja-raja.

“Satu,” jawab Tuhan. “Untuk membesarkan hatinya, Aku ijinkan dia menuntun seorang yang sekarat karena alkohol kepadaKu. Itu memberi semangat untuk dia sehingga dia akan berdiri di sudut jalan selama beberapa tahun hanya untuk membawa jiwa lain bertobat. Tetapi seluruh sorga meminta untuk membawa dia ke sini dengan segera dan Aku juga ingin memberikan dia upahnya.”

Jenis Martir Yang Berbeda
“Tetapi apa yang sudah dilakukan Angelo untuk menjadi seorang raja disini?” Tanya saya.
“Dia setia dengan semua yang diberikan. Dia mengalahkan semuanya sampai dia menjadi serupa denganKu dan dia mati sebagai seorang martir”
“Tetapi apa yang dia kalahkan dan bagaimana dia menjadi seorang martir?”
“Dia mengalahkan dunia dengan KasihKu. Sangat sedikit orang yang dapat mengalahkan begitu banyak dengan hanya sedikit. Banyak umatKu yang tinggal dalam rumah-rumah yang diinginkan raja-raja satu abad yang lalu, tetapi mereka tidak menghargainya. Angelo sebaliknya, dia menghargai sekalipun hanya kotak kardus dalam malam yang dingin dan dia akan mengubahnya menjadi tempat mulia bagi HadiratKu.

Dia mulai mengasihi setiap orang dan setiap hal. Dia akan bersukacita lebih karena sebuah apel daripada umatKu yang berpesta. Dia setia dengan semua yang Aku berikan, sekalipun itu tidak begitu banyak dibandingkan dengan apa yang Aku berikan kepada yang lainnya termasuk engkau. Aku menunjukkan hal ini kepadamu dalam penglihatan sebab engkau seringkali melewati dia. Sekali waktu engkau pernah menuding dia ke teman-temanmu dan membicarakan dia.”

“Saya melakukannya? Apa yang saya katakan?”
“Engkau berkata, ‘Ada salah satu Elia lain yang harus engkau hindari dari terminal bis.’ Engkau katakan bahwa dia adalah “orang beriman yang gila (aneh)’ yang dikirim oleh musuh untuk membuat orang-orang berpaling dari Injil.”

Ini adalah ledakan yang paling besar yang saya derita dari keseluruhan pengalaman ini. Saya sangat terkejut dan tergoncang. Saya mencoba mengingat kejadian itu tetapi tidak dapat-sebab ada banyak orang seperti itu. Saya tidak pernah perhatian kepada para pengkhotbah jalanan dan menganggap mereka adalah alat-alat setan untuk membuat orang-orang berpaling dari Injil.

“Ampuni saya, Tuhan. Saya mohon ampun.”
“Engkau diampuni,” dengan cepat Dia menjawab. “Dan engkau benar bahwa ada banyak orang yang mencoba berkhotbah di jalanan untuk alasan yang salah bahkan sesat. Tetapi masih banyak orang-orang yang bersungguh-sungguh sekalipun mereka tidak pernah dilatih dan tidak pernah sekolah. Jangan menghakimi orang dari penampilannya. Masih ada banyak hamba-hambaKu yang benar yang seperti dia ditengah-tengah para professional dalam organisasi-orgasnisasi dan katedral-katedral yang dibangun dalam NamaKu.” Kemudian Dia memberi isyarat untuk menatap Angelo. Saat saya menoleh, dia turun dari tangga di tahtanya dan sekarang tepat ada di depan saya. Dia membuka lengannya, memeluk dan mencium dahi saya seperti seorang ayah. Kasih tercurah atas saya dan melalui saya sampai saya merasa itu akan melebihi sistem saraf saya. Ketika dia akhirnya melepaskan saya, saya terkejut seakan-akan saya mabuk tetapi dengan perasaan yang luar biasa. Itu adalah kasih seperti yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. “Dia dapat mengimpartasikan itu kepadamu di bumi,” kata Tuhan meneruskan. “Dia banyak memberi kepada UmatKu, tetapi mereka tidak mau mendekati dia. Bahkan nabi-nabiKu menghindari dia. Dia bertumbuh imannya dengan membeli sebuah Alkitab dan beberapa buku yang dia baca dan selalu dia baca lagi, dia mencoba pergi ke gereja, tetapi dia tidak dapat menemukan seorangpun yang mau menerima dia. Jika mereka mau membawa dia masuk, maka mereka juga akan membawa Aku masuk. Dia adalah KetukanKu pada pintu-pintu mereka.” Saya belajar sebuah definisi kesedihan yang baru. “Bagaimana dia meninggal?” Tanya saya mengingat bahwa dia adalah seorang martir. Berdasar pada apa yang saya lihat sejauh ini, saya separuh berharap bahwa bagaimanapun saya juga bertanggung jawab. “Dia mati kedinginan mencoba untuk tetap menjaga agar seorang pemabuk yang melewati dia dalam dingin tetap hidup.”


Saat saya melihat Angelo, saya tidak dapat mempercayai kekerasan hati saya. Saya tidak mengerti bagaimana mati dengan cara ini membuat dia sebagai seorang martir, yang saya pikir hanya layak untuk orang-orang yang mati karena kesaksiannya pada Tuhan Yesus Kristus.
“Tuhan, saya tahu bahwa dia adalah benar-benar seorang pemenang,” kata saya. “Dan dia benar-benar layak untuk berada disini. Tetapi orang-orang yang mati dengan cara ini apakah mereka dianggap martir?”
“Angelo adalah seorang martir setiap hari saat dia hidup. Dia hanya mencukupkan diri untuk tetap hidup dan dengan bersukacita mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan teman-teman yang memerlukan. Seperti Paulus menulis pada jemaat di Korintus, bahkan jika engkau memberikan tubuhmu untuk dibakar, tetapi jika engkau tidak mempunyai kasih sedikitpun tidak ada faedahnya bagimu. Tetapi, saat engkau memberikan dirimu dengan kasih, maka itu akan sangat berfaedah. ‘Angelo mati setiap hari, sebab dia tidak hidup untuk dirinya sendiri tapi untuk orang lain. Sekalipun dia selalu menganggap dirinya sendiri paling rendah dari orang-orang kudus, dia benar-benar adalah yang terbesar. Seperti yang engkau sudah pelajari, banyak orang yang menganggap dirinya paling besar dan dianggap oleh orang lain untuk menjadi yang terbesar, berakhir di sini menjadi yang paling kecil. Angelo tidak mati karena sebuah doktrin, atau bahkan untuk kesaksiannya, tetapi dia mati untuk Aku.”
“Tuhan, tolong bantu saya mengingat hal ini. Saat saya kembali, tolong jangan biarkan saya melupakan apa yang saya lihat disini,” pinta saya.
“Karena itulah Aku berada di sini bersama denganmu, dan Aku akan bersamamu saat engkau kembali. Hikmat adalah melihat dengan MataKu, dan tidak menghakimi karena penampilan saja. Aku tunjukkan Angelo dalam penglihatan sehingga engkau dapat mengenali dia saat engkau melewati dia di jalan. Jika engkau berbagi dengan dia pengetahuan tentang masa lalunya yang Aku perlihatkan kepadamu dalam sebuah penglihatan, dia akan memberikan hidupnya untukKu. Kemudian engkau dapat memuridkan seorang raja besar dan dia akan mempunyai pengaruh yang besar atas GerejaKu.”

“Jika UmatKu melihat orang lain seperti caraKu, Angelo dan banyak orang lain yang seperti dia akan diakui. Mereka akan berbaris ke dalam mimbar yang terbesar. UmatKu akan datang dari ujung bumi untuk duduk di kaki mereka, sebab dengan melakukan hal ini mereka juga akan duduk di KakiKu. Dia akan mengajarkanmu kasih dan bagaimana menginvestasikan karunia-karunia yang sudah Aku berikan kepadamu sehingga engkau dapat menghasilkan banyak buah.” Saya sangat malu sampai saya tidak ingin melihat Tuhan, tetapi akhirnya saya melihat kepada Dia saat saya merasakan kepedihan yang kembali berpusat pada diri saya sendiri. Saat saya melihat Dia, saya dibutakan oleh KemuliaanNya untuk beberapa saat, secara bertahap mata saya dapat beradaptasi sehingga saya dapat melihat Dia kembali.
“Ingatlah bahwa engkau sudah diampuni,” kata Tuhan. “Aku tidak menunjukkan hal ini untuk menuntut kamu, tetapi untuk mengajar kamu. Ingatlah selalu bahwa kasih sayang (belas kasihan) akan menghilangkan selubung-selubung dari jiwamu lebih cepat dari apapun juga.”


Saat kami mulai berjalan kembali, Angelo mendekati saya, “Tolong ingatlah teman-temanku, para gelandangan. Banyak orang akan mengasihi Juru Selamat kita jika seseorang pergi kepada mereka.”
Kata-katanya mempunyai kuasa sampai saya tidak bisa menjawab, hanya mengangguk saja. Saya tahu bahwa kata-kata itu adalah perintah seorang raja dan seorang teman dari Raja segala raja.

“Tuhan, maukah engkau membantu saya untuk membantu orang-orang gelandangan?” Tanya saya.
“Aku akan membantu siapapun yang membantu mereka,” Dia meresponi. “Saat engkau mengasihi orang-orang yang Aku kasihi, engkau akan selalu tahu bahwa Aku membantumu. Mereka akan diberikan seorang Penolong karena tindakan kasih sayang mereka. Seringkali engkau meminta UrapanKu dan begitulah engkau akan menerimanya. Kasihilah mereka yang Aku kasihi. Saat engkau mengasihi mereka, engkau mengasihi Aku. Saat engkau memberi kepada mereka, engkau memberi pada-Ku dan Aku akan membalasnya berlipat kali ganda.”


Kisah Angelo Diambil Dari Sebuah Buku Yang Berjudul: “The Vision” by: Rick Joyner



Disadur dan disunting dari : https://brotherhu.wordpress.com/2015/08/06/angelo/