Selamat Datang

Untuk kalangan atau simpatisan kristiani.

Selamat datang di blog kami, semoga apa yang kami tuliskan dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Tuhan Yesus memberkati.


Terjemahkan Bahasa / Translate :

Terjemahkan Bahasa

Rabu, 08 Februari 2012

Kesaksian - Pewahyuan Surga oleh Mary Katherine Baxter


Pendahuluan
Tulisan yang di inspirasi oleh Mary Kathryn Baxter adalah sesuatu yang diurapi Tuhan, dan telah memberkati ratusan dan ribuan orang. Saya percaya ini sepenuhnya penting untuk menyebarkan secara luas pesan Tuhan yang diberikan kepadanya. Dia bagikan pengalamannya untuk ratusan gereja setiap tahunnya, dan dia sekarang telah menyatakan itu semua

Bukunya yang berharga, A Divine Revelations of Hell, telah dipakai Tuhan untuk menyampaikan pesan yang terus-menerus untuk penebusan dari jiwa-jiwa yang hilang. Telah tersebar dan diterima dengan antusias oleh orang-orang di banyak negara, telah dicetak di banyak negara dan dalam banyak bahasa. Telah lebih dari setengah juta copi telah terjual. Saya percaya buku ini, A Divine Revelation of Heaven, akan diterima oleh semakin banyak jiwa.

Sebagai seorang pendeta untuk Mary K. Baxter untuk beberapa tahun, saya mengenal dia secara pribadi, dan saya mengusahakan pelayanannya. Tuhan telah menyetujui pekerjaannya dengan mengurapi pelayanannya dan menyebarkan pesan ini ke seluruh dunia.

Buku ini adalah hasil dari banyak pendoa, air mata dan kerja keras. Saya berdoa kalau itu mempunyai distribusi yang besar yang mengakibatkan banyak jiwa yang datang kepada Tuhan dan membuat persiapan untuk kekekalan dalam surga!



-T. L. Lowery, Ph.D.


Pembukaan
Buku ini kumpulan cerita dari pengalaman yang nyata yang saya alami bersama Tuhan. Ini bukan imajinasi yang berlebihan dan cerita seseorang yang berharap untuk hidup yang lebih baik dari pada hidup yang dijalani sekarang.

Surga itu benar-benar ada, dan pengalaman-pengalamannya saya uraikan dalam buku ini sebagaimana memang itu terjadi kepada saya. Saya berhubungan dengan semua hal yang Tuhan beritahukan kepada saya untuk disebarkan.

Saya ingin memberikan penghormatan khusus untuk pendeta saya, Dr. T. L. Lowery dan kepada istrinya yang cantik, Mildred, untuk dukungan mereka, dorongan dan kontribusi yang berharga dalam usaha ini. Saya juga ingin berterima kasih yang tulus untuk staf National Church dari Tuhan dan untuk pendeta Marcus V. Hand untuk bimbingan editorialnya dalam buku ini. Sebagai tambahan, saya berterima kasih dan menghargai dan penghargaan kepada semua yang ada di Whitaker House di New Kensington, Pennsylvania, yang telah secara instrumental dalam banyak hal dalam pembuatan buku A Divine Relevations of Heaven dan A Divine Revelations of Heaven yang tersedia di tempat bacaan umum.

Saya sangat berterima kasih untuk meminta saya untuk membagikan pesan ini. Saya berterima kasih anda menguatkan dan membesarkan hati dalam penggilan pelayanan ini. Tuhan memberkati anda semua.

-Mary Kathryn Baxter.



UNTUK KATHRYN DARI YESUS

Untuk tujuan ini engkau dilahirkan
Untuk menulis dan memberitahukan
Apa yang Aku telah tunjukkan dan memberitahumu,
Karena semua hal ini adalah benar dan nyata.
Panggilanmu adalah memberitakan kepada dunia
Bahwa ada surga, dan ada neraka
Dan bahwa Aku, Yesus, yang dikirim oleh Bapa
Jadi selamatkanlah mereka dari siksaan
Dan untuk mempersiapkan mereka suatu tempat di surga.



DALAM GERBANG
Tuhan, dalam pengampunan dan berkatNya yang tiada batas, mengijinkan saya untuk pergi ke tempat yang indah itu yang dinamakan surga. Kumpulan perjalananku ke rumahNya dan kembali ke bumi adalah tidak jelas bagiku, tapi saya tidak boleh salah tentang kenyataan ini.

Bagaimana mungkin keindahan yang tidak terbandingkan di beritahukan kepada mahluk hidup seperti saya? Biar saya memulai dari awalnya.

Suatu malam Tuhan muncul kepada saya dan mengatakan kalau saya adalah yang terpilih untuk tugas khusus. Dia bilang, “Anakku, Aku akan memanifestasikan diriKu kepadamu untuk membawa orang-orang keluar dari kegelapan kepada terang. Aku telah memilihMu untuk tujuan tersebut: engkau akan menulis dan membuat catatan dari hal-hal yang Aku beritahukan dan tunjukkan kepadaMu.”

Saya menyerahkan diri saya kepada Tuhan sepenuhnya, dan hal-hal yang mengherankan mulai terjadi. Saya dibawa dari tempat saya pertama dan di transportasi di nerala. Saya sangat merasakan kelima indra saya, saya bisa melihat, merasakan, mendengar, mencium dan merasakan. Lagi pula, ini adalah hal yang menakjubkan terjadi. Saya menyadari kalau pengaruh itu dalam diri saya adalah untuk suatu tujuan.

Untuk hari-hari dimana saya dibawa ke neraka oleh Tuhan, saya sangat bersedih dalam hati saya. Hati saya berduka dan terbebani karena hal-hal yang mengerikan yang saya lihat. Saya telah diperlihatkan penghakiman Tuhan untuk orang-orang yang berdosa yang akan pergi ke neraka. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan mencari kedamaianNya.

Dalam malam ke tiga-satu setelah peristiwa-peristiwa terjadi, kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa meliputi saya lagi. Pada jam dua pagi, seorang malaikat yang perkasa berdiri di samping tempat tidurku. Yesus Kristus berdiri dibelakang malaikat itu. Ketika saya menatap kepada wajah Tuhan disana, Dia tersenyum kepadaku, tapi Dia tidak berkata apapun.

Utusan Tuhan yang perkasa itu berkata, “Tuhan telah memberikanku misi yang khusus. Aku dikirim kesini untuk membawamu ke surga dan menunjukkan kepadamu bagian-bagian dari surga.”

Setelah itu, dia berbicara lagi, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan!”

Segera setelahnya, saya ditransportasikan dengan supranatural dari rumahku dan melihat diri saya sedang berdiri pada salah satu pintu surga dengan malaikat sorgawi.

Keindahan yang mengagumkan yang saya lihat di sekitarku benar-benar mendebarkan hati! Pakaian surgawi benar-benar terlihat dari semacam pakaian dari cahaya. Malaikat yang mempunyai bentuk sayap segitigayang berkilauan dengan warna dari pelangi. Walaupun saya tidak terkejut, saya terkesima dengan keindahan Tuhan yang sangat jelas yang tidak bisa digambarkan.

Kemudian yang saya tahu, malaikat mengulangi seruan beberapa kali: “Lihatlah, kemuliaan Tuhan!”

Gerbang yang menakjubkan yang berdiri dengan kemegahan yang terbuat dari batuan permata yang padat. Dalam keterpesonaan dalam segala hal yang saya bisa lihat, semuanya begitu indah. Pada saat ini, saya tidak melihat Tuhan, tapi saya benar-benar terpesona dengan kemuliaan surga.

MEMASUKI SURGA
Ketika kami tiba disana, dua malaikat yang tinggi sedang berdiri di luar gerbang. Kedunya memakai jubah yang berkilauan dan memegang pedang di tangan mereka. Rambut mereka seperti emas, dan wajah mereka dipenuhi oleh cahaya.

Malaikat yang memandu saya mendekat kepada kedua malaikat yang berjaga di gerbang, dan saya dibiarkan berdiri sendiri. Dalam ketakjuban, saya berpikir, “Oh, betapa mengagumkannya gerbang surga! Betapa indahnya melihat diri saya bisa melihat ini semua!” TIba-tiba, saya menyadari bahwa saya sebenarnya akan masuk kedalam surga.

Ketika saya melihat malaikat-malaikat Tuhan, saya bisa mendengar percakapan mereka. Satu dari malaikat itu masuk kedalam gerbang dan kembali dengan cepat dengan sebuah buku kecil. Buku itu mempunyai sampul emas, dan cetakan di dalamnya juga terbuat dari emas. Itu kelihatannya seperti buku tentang hidup saya. Namaku tertera pada sampulnya:

Mary Kathryn Baxter

Ucapan selamat datang terlihat di wajah malaikat-malaikat itu. Mereka membuka bukunya. Mereka saling menatap, kemudian saya mendengar, “Dia diperbolehkan masuk gerbang.”

Malaikat yang bersertaku mengiring melewati gerbang yang mengagumkan dan masuk ke dalam surga.

Tiba-tiba, musik memenuhi seluruh angkasa. Di sekelilingku. Di atasku. Itu terlihat merasuk ke dalam jiwaku. Gelombang yang sangat kuat dari musik yang indah dan nyanyian yang bergelora disekitar dataran dan terlihat menyelubungi semuanya.

Kemudian saya memasuki kota, kekaguman menahan nafasku. Dataran yang tidak bisa dibandingkan dari sebuah kota yang diluar apa yang dapat digambarkan. Disekelilingku ada bunga-bunga yang indah yang berwarna-warni yang belum pernah saya pernah lihat. Tumbuh-tumbuhan hijau yang tidak bisa dipercaya indahnya dan berbagai tanaman ada dimana-mana. Walaupun kumpulan bunga-bunga kelihatan hidup dengan musik dan nyanyian.

Musik terus meramaikan suasana terhadapku. Saya tampaknya bagian dari itu semua.

Adalah satu hal yang saya coba mengambarkan keindahan dari kota itu, sungguh berbeda untuk mengetahuinya dan membagikannya merupakan kesenangannya.

Saya melihat banyak penduduk kota yang bergembira sekali dan mereka semuanya sedang memakai jubah. Ayat di Alkitab terlintas di benakku:

Yesaya 61:10. Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

Kebahagiaan dan kesenangan terlihat dari wajah-wajah mereka yang diluar dari pemahaman manusia.

Surga adalah tempat yang nyata. Bukan cerita isapan jempol dari imajinasi seseorang. Dalam Alkitab tertulis kalau Yesus berkata,

Yohanes 14:1-2. Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Surga adalah tempat yang disiapkan untuk orang yang disiapkan pula. Sejak kita masih anak-anak Tuhan telah membuat suatu transformasi dan membuat baru dari keajaiban dari suatu generasi, dan sejak kita adalah baru di dalam Kristus, adalah suatu kebahagiaan mengetahui tempat kita akan berada dalam kekekalan yang Juru Selamat yang telah persiapkan untuk kita.

Surga adalah tempat yang sempurna. Karena Penyelamat kita adalah sempurna, mahakuasa, dan abadi, surga adalah tempat yang sempurna. Karena Dia mempersiapkan kita sebuah tempat dimana kita akan hidup bersama dengan Dia dalam kekekalan, rumah abadi kita akan sempurna juga. Tidak ada sesuatupun yang akan hilang dari tempat surgawi tersebut. Tidak akan ada yang diperbolehkan mengotori dan merusak surga.

Wahyu 21:27. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Surga adalah suatu tempat yang tidak akan dijangkau oleh semua bentuk dan jenis dosa. Setan akan selamanya dijauhkan dari tempat surgawi itu selamanya.

Wahyu 12:3-4. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Wahyu 12:7-10. Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat- malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah, ia dilemparkan ke bumi, bersama- sama dengan malaikat- malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Wahyu 12:12-13. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat. Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.

Naga, Setan dan semua pengikut pendosanya tidak akan pernah ada didalam tempat yang murni kudus itu.

Setan-setan tidak bisa masuk kedalam surga. Kejatuhan malaikat-malaikat yang memberontak melawan Tuhan dan (Yudas 1:6) tidak akan kembali ke surga.

Tidak akan ada kekurangan di surga. Tidak akan ada yang tertinggal dari lingkungan yang benar-benar sempurna tersebut.

Tidak masalah dimana kita selama di dunia, tidak masalah dimana kita tinggal atau bagaimana mahalnya rumah kita, ada kesalahan-kesalahan tertentu dan kekurangan-kekurangan yang jauh dari sempurna. Lebih jelasnya, Tuhan tidak membuat kesalahan dalam mengkonstruksi dan membuat surga. Kemegahan tidak dapat menjelaskan tempat yang menakjubkan tersebut.

Kesatuan dari sinar yang dari Anak terpancar, pada dinding-dinding dari melati, gerbang yang dari berlian, rumah-rumah bersar yang tidak bernomor, dan Sungai Kehidupan yang menakjubkan memberikan suatu gambaran yang tidak akan pernah seseorang pun yang bisa menjelaskannya.

RUMAH DARI JIWA-JIWA YANG DITEBUS

Surga adalah tempat yang tetap. Tidak akan ada musuh yang akan mengganggu tempat kediaman Tuhan. Tidak akan ada sekumpulan dari bangunan-bangunan, tidak ada cacat dari sebuah material, dan juga tidak akan ada tumbuhan yang layu dan mati. Tidak ada asap atau radiasi yang mengakibatkan polusi karena atmosfirnya yang kudus.

Kediaman ini, tempat kekal ini adalah keabadian, kota yang berkelanjutan. Kami menyanyikan lagu ini, ditulis oleh Hattie Buell:

Sebuah tenda atau pondok, kenapa aku harus peduli?

Disana ada bangunan istana untukku;

Semua yang diasingkan dari Dia, tapi aku masih bisa bernyanyi;

Semua kemuliaan untuk Tuhan, aku adalah seorang anak Raja.

A tent or a cottage, why should I care?
They’re building a palace for me over there;
Tho’ exiled from Him, yet still I may sing;
All glory to God, I’m a child of the King.

Dalam tempat yang tidak terbandingkan tersebbut, orang-orang kudus akan lalu dari semua kekecewaan, sakit hati, tragedi dan musibah. Disana tidak akan ada penderitaan atau kesengsaraan. Tidak ada lagi sakit. Tidak akan ada lagi isak tangis :

Wahyu 21:4. Dan la akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.

Penduduk yang bersukacita yang saya lihat di surga terlihat dari banyak umur yang berbeda dan negeri. Banyak kewarganegaraan terlihat olehku. Kemudian saya ingat suatu ayat ALkitab yang berkata:

Dan mereka menyanyikan lagu baru, berkata:

Wahyu 5:9. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru, katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

DIPAKAI UNTUK MEMUJI TUHAN
Sangat mengasikkan, jiwaku memuji kemuliaan Tuhan! Penderitaan yang saya alami dan dukacita yang ada ketika saya melihat pewahyuan semuanya dijauhkan. Ini adalah pewahyuan surga.

Saya melihat seluruh keluarga saya. Semuanya terlihat berbahagia, pergi ke suatu tempat, melakukan sesuatu, tersenyum. Suatu semarak berkulauan terpancar dari setiap wajah yang saya lihat.

Semua orang-orang kudus kelihatannya sedang dipakai. Mereka terlihat sibuk. Mereka menghabiskan waktu mereka untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Lagu-lagu ada di semua bibir yang memuji. Atmosfir dari musik adalah yang lebih dominan.

Dalam kekekalan tidak akan ada waktu luang dan kemalasan, seperti ada beberapa kesalahan tentang tujuan akhir hidup kita. Kita akan mengambang pada awan, memetik harpa, atau berlenggang tumit di Sungai Kehidupan. Waktu kita akan terpakai untuk melayani Tuhan. Seperti apa yang pelayanan yang ada di alam ini, kita tidak bisa ucapkan, tapi disana tidak ada ragu bahwa orang-orangNya akan melayaniNya

PERHIASAN UNTUK JIWA-JIWA PEMENANG
Saya dapat melihat berlian berkilauan, gemerlapan, indah sekali berlian-berlian ada dimana-mana! Ada yang blok yang besar. Ada juga yang digunakan untuk rumah-rumah besar untuk rumah-rumah besar bagi jiwa-jiwa pemenang di dunia. Itu terlihat ketika seseorang membawa jiwa kepada Kristus, surga akan memberikan sebuah berlian untuk iman Kristen. Alkitab berkata,

Amsal 11:30. Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Daniel 12:3. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Ketika saya berdiri di koridor dan keagungan dari tempat mulia tersebut, saya melihat sesuatu yang besar, malaikat turun ke bawah. Di tangannya dia memegang sebuah gulungan, yang ujungnya terbuat dari emas.

Malaikat mengalaskan gulungan tersebut pada sebuah meja, yang terbuat dari material perak tidak seperti yang saya pernah lihat sebelumnya. Bujur meja berkilauan dengan cahaya.

Gulungan itu terdapat nama. Salah satu orang kudus mengambilnya dan mulai membacanya.

“Yesus adalah Pembangun Utama”, seorang kudus mengatakan kepadaku. “Dia menentukan siapa yang menerima berlian dan kemana mereka tertuju. Gulungan ini adalah kesimpulan dari dunia dari seseorang yang membawa jiwa kepada Yesus, yang memberi makan kepada yang miskin, yang memberi pakaian kepada yang memerlukan yang banyak melakukan hal-hal yang besar untuk Tuhan.”

Matius 25:31-41. Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan- Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah dise-diakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

RUANGAN UNTUK SEMUA ORANG
Malaikat mengulangi kata-kata yang mengucapkan selamat datang kepadaku, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.”

Pada arah dari Tuhan, saya mencatat tulisan ini sebagaimana saya melihatnya di surga. Kita perlu mengerti bahwa fokus dan harapan kita dan keinginan kita harus tertuju kepada kekekalan dari Tuhan kita. Surga adalah daratan dari impian yang menjadi kenyataan!

Saya terpesona tentang surga karena pekerjaan dan semua pekerjaan berat di dunia selesai, kita akan meninggalkan dunia ini dan pergi kesana. Tuhan telah mempersiapkan kotanya, dan Yesus mempersiapkan sebuah tempat untuk semua yang mengasihiNya.

PERSEKUTUAN YANG SEMPURNA
Persahabatan yang tidak terpisahkan antara Tuhan dan manusia akan terjadi di surga.

Ketika Adam dan Hawa berada di Eden, Tuhan mengunjungi bumi. Setelah hubungan tersebut putus dengan Tuhan oleh dosa dan ketidaktaatan, Tuhan terus menunjukkan kasih untuk persatuan dengan manusia.

KasihNya yang besar untuk manusia sampai mengaruniakan AnakNya yang tunggal mati untuk kematian yang tanpa ampun dan salib yang kejam. Kematian Kristus dan kebangkitanNya, persekutuan antara Tuhan dan manusia bisa diperbaiki.

Sampai sekarang, keadaan hidup bisa menghalangi keintiman persekutuan dengan Tuhan. Tapi, di surga tidak akan ada lagi halangan. Kita akan mengenal persekutuan yang sempurna dengan Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Keintiman bersamaNya akan lengkap.

Surga adalah tempat kediaman Tuhan. Jauh dari atmosfir dan di luar planet dan galaksi. Rumah untuk selama-lamanya dari “Tuhan Sang Juru Selamat” (Yesaya 62:12). Adalah tujuan yang abadi dari semua anak-anak Tuhan dalam iman terhadap Kristus.

Anda tidak perlu takut akan kesesakan dalam sebuah rumah yang kecil, karena di surga ada rumah yang besar. Di mana jiwa dari segala usia yang ditebus berkumpul bersama dalam kemuliaan, akan ada ruang yang cukup untuk semua orang untuk memiliki rumah-rumah yang besar, banyak sekali tempat kediaman, waktu Yesus berkata Dia telah mempersiapkan semuanya untuk kita dalam Rumah Bapa.

Yohanes 14:1-4. Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.

Surga sudah pasti terdapat banyak ruang untuk semuanya.

Wahyu 7:9-11. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”. Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu, mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah.

AIR MATA DI SURGA
Pada suatu tempat saya dibawa ke tempat dimana malaikat menghentikanku dan berkata kepadaku, “Tuhan ingin menunjukkanmu ruangan air mata.”

Beberapa kali anda mungkin pernah membaca di beberapa ayat dalam Mazmur tentang air mata kita dan bagaimana Tuhan peduli kepada kita. Malaikat menangkap air mata kita dan meletakkannya di dalam botol-botol (Mazmur 56:8). Sering kali saya bingung apa artinya.

Saya tahu banyak anda telah membaca kata-kata ini dan sudah menangis untuk seseorang yang anda cintai, anak-anakmu, sahabatmu, atau keluargamu yang tiada.

Saya ingin menceritakan bahwa Tuhan menunjukkanku ruangan air mata. Benar-benar indah. Malaikat membawaku masuk melalui pintu masuk yang tidak ada pintunya.

Saya melihat ke dalam, terlihat ruangannya tidaklah besar, tapi kekudusan dan kekuasaan memancar dari tempat tersebut terhadapku. Raknya yang terbuat dari kristal, di dalamnya bersinar dengan cahaya.

Raknya penuh dengan banyak botol, ada yang dikelompok-kelompokkan menjadi tiga dan terlihat jernih. Di bawah tiap-tiap botol kelompok tersebut terdapat piagam dengan suatu nama yang tertera. Begitu banyak botol-botol yang ada di dalam ruangan.

Kemudian di dalam ruangan saya melihat seorang lelaki muncul. Jubah abu-agu gelapnya terlihat begitu indah dan terlihat seperti kain beludru.

Sebuah meja yang elegan, kelihatan terbuat dari material mewah dan mengkilau dengan kemegahannya, ada di balik pintu. Tampilan yang mewah terlihat sehingga aku terheran-heran!

Buku berada di atas meja, terlihat dijahit dengan material benang yang paling indah yang saya pernah lihat. Beberapa ada berliannya, intan dan pengikatnya; ada yang hijau dan batu abu-abu pada buku itu. Semuanya terlihat sangat menarik.

Aku berpikir, “Oh Tuhan, betapa indah buku-buku ini!” Saya senang membaca buku. Buku-buku ini begitu memikatku. Mereka benar-benar menarik. Sebagaimana saya memandang, saya melihatnya dengan terheran-heran.

Pada waktu ini orang yang di ruangan berkata kepadaku, “Mari dan lihat. Aku ingin menunjukkanmu ruangan ini, dan saya ingin menjelaskan engkau tentang air mata. Hanya ada di sini ruangan yang seperti ini. Saya yang berwenang di ruangan ini.”

Ketika dia berbicara, seorang malaikat besar datang dari pintu masuk. Keindahan dan keagungan dari tempat surgawi ini mengherankanku. Saya memperhatikan kalau dia memakai pakaian putih, berkilauan dengan garis hiasan emas yang terlihat turun dari depan. Tingginya sekitar dua belas kaki dan mempunyai sayap yang besar pula.

Malaikat itu memegang mangkuk kecil di tanganya. Mangkuk emas yang dipenuhi (Wahyu 5:8) dengan cairan. Orang yang di ruangan berkata kepadaku, “Dia telah membawaku semangkuk air mata dari bumi. Saya ingin engkau melihat apa yang akan kami lakukan kemudian.”

Malaikat itu menyerahkan mangkuknya kepada orang itu, dengan secarik kertas. Catatan tentang nama air mata orang-orang yang ada di mangkuk.

Orang itu membaca catatan dan menuju ke tempat di mana botol-botol di simpan. Dia membaca tulisan pada piagam yang ada di bawah botol, dan saya tahu dia mencocokan nama-nama dengan yang ada di dalam kertas tersebut.

Orang itu mengangkat botol yang isinya hampir penuh dan membawanya ke mangkuk. Dia menuangkan air mata yang ada di mangkuk ke dalam botol.

“Saya ingin menunjukkanmu apa yang kami lakukan kemudian,” orang itu berkata lagi kepadaku. “Beritahu orang-orang di dunia tentang ini.” Kemudian dia mengambil botol ke atas meja, mengambil salah satu buku, membukanya, dan berkata, “Lihat!”

Halaman-halaman yang ada di buku benar-benar kosong. Penjaga ruangan berkata kepadaku, “Ini adalah air mata dari orang-orang kudusnya Tuhan di bumi ketika mereka menangis kepada Tuhan. Lihat apa yang terjadi.”

Kemudian orang itu meneteskan setitik isi dari botol, satu tetes kecil, pada buku halaman pertama. Ketika dia melakukanya, kata-kata mulai muncul dan terlihat. Kata-kata yang indah, tulisan tangan yang elegan, mulai muncul dari halaman pertama. Setiap kali setetes air mata jatuh ke halaman buku, kata-kata satu halaman muncul. Dia melanjutkannya dari halaman ke halaman berikutnya, lagi dan lagi.

Ketika dia menutup buku dan berkata, dia seolah-olah akan berkata kepada semua semua orang sebagaimana dia berkata kepadaku, “Doa yang paling sempurna adalah yang diiringi isak tangis yang keluar dari hati dan jiwa dari laki-laki dan wanita di bumi.”

Malaikat dengan sayap pelangi berkata kepadaku, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.”

TUHAN MEMBUKA BUKU
Kemudian, kami berada di suatu tempat yang besar dengan ribuan dan ribuan orang surgawi. Oh. Itu sangat indah! Pujian-pujian terdengar bergemuruh untuk Tuhan.

Sebentar saja mereka semua menghilang, dan mulai terasa kehadiran dan kemuliaan Tuhan di mana-mana.

Malaikat yang besertaku membawaku kepada tahta Tuhan.

Saya melihat awan besar yang berkabut dan saya melihat gambaran dalam awan tersebut. Saya tidak bisa melihat wajah Tuhan, tapi saya melihat kemuliaan Tuhan dan pelangi di sekitar tahta. Saya mendengar suara Tuhan, dan terdengar seperti tertulis Yohanes menjelaskannya: Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat, Wahyu 14:2. Dalam tempat maha kuasa ini, saya melihat banyak kuda dengan pengendaranya berada di samping tahta.

Tiba-tiba, saya melihat buku berada di altar yang besar di depan tahta Tuhan. Saya melihat malaikat-malaikat berlutut di depanNya. Berdiri dengan terpesona, saya melihat kejadian ini, dan saya lihat seperti tangan seseorang keluar dari awan dan membuka buku tersebut.

Bagaimanapun saya tahu kalau itu tangan Tuhan yang membuka buku tersebut.

Terheran-heran, saya melihat seperti asap naik dari buku itu. Tiba-tiba, bau parfum yang paling harum yang saya pernah cium memenuhi tempat di mana saya berdiri.. Malaikat mengatakan kalau buku itu berisi doa-doa dari orang-orang kudus yang kalau Tuhan mengirim malaikat-malaikatnya ke bumi untuk menjawab para pendoa tersebut dari tangisan dari hati mereka. Semua orang memuji dan memuliakan Tuhan.

Ketika Tuhan membuka buku, halaman demi halaman keluar dalam bentuk suara dan melayang ke tangan malaikat-malaikat yang menunggang kuda. Saya dapat mendengar suaraNya, ‘seperti suara bunyi guruh,’ berkata, “Pergi, jawab doa-doanya! Pergi, jawab doa-doanya!”

Mazmur 56:8-11. apakah mereka dapat luput dengan kejahatan mereka? Runtuhkanlah bangsa-bangsa dengan murka-Mu, ya Allah! Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku. Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji.

Firman Tuhan yang hidup menjelaskan kepada kita apa yang Dia perbuat dengan air mata kita. Betapa mengagumkan perngertian dari kemuliaan dan keajaiban Tuhan kita! Betapa hebatnya untuk menjadi penerima kasihNya! Dia bahkan peduli dengan air mata kita.

Banyak ayat yang berbicara tentang air mata, tentang penderitaan kita, dan tentang penghiburanNya. Baca dan bersukacitalah:

2 Raja-raja 20:5. Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.

Mazmur 6:6-9. Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati? Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku. Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku. Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab TUHAN telah mendengar tangisku;

Mazmur 116:8. Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.

Mazmur 126:5-6. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Yesaya 25:8. Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.

Yeremia 31:6. Beginilah firman TUHAN: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; mereka akan kembali dari negeri musuh.

Wahyu 7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.

Wahyu 21:4. Dan la akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.

Yesaya 35:10. Dan orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Kemuliaan bagi Tuhan, surga adalah tempat yang nyata! Kita akan benar-benar pergi kesana. Dan kita tidak akan jadi uap dari asap yang mengambang pada awan ketika kita ke surga.

Satu dari hal-hal yang indah tentang surga adalah bahwa air mata dan penderitaan akan digantikan dengan sukacita abadi, sebagaimana yang dijanjikan oleh Firman Tuhan. Lagi pula, di sana ada banyak hal lainnya lagi.

TAHTA TUHAN

Surga adalah tempat yang nyata. Benar-benar suatu tempat tujuan. Bukan impian yang terjadi sehari saja, atau khayalan belaka. Tuhan telah membaritahukan kepada kita semua kenyataan surga lewat Kitab Suci.

SURGA PERTAMA

Pertama, disana ada semacam atmosfir surgawi. Adalah seperti atmosfir di sekitar bumi. Di mana terdapat burung-burung dan angin berhembus. Di mana hujan, badai, kabut, uap air dan awan terbentuk. Angkasa adalah tempat malaikat-malaikat akan menuju dalam Kisah Para Rasul 1:11 dia menanyakan para murid sedang apa mereka “memandang ke atas ke surga.” Yesus, ketika Dia berbicara pada Bapa, “mataNya menengadah tertuju” ke surga (Yohanes 17:1), atau memandang langit.

SURGA KEDUA
Kemudian, di sana ada ruangan surga. Ini adalah batas dari matahari, bulan dan bintang-bintang. Disebutkan dalam Alkitab dalam banyak tempat, beberapa seperti:

Kejadian 22:17. Maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Bilangan 4:19. Dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka.

Ayub 38:31-33. Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik? Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya? Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit? atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi?

Yesaya 13:10. Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya.

Matius 24:29. Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.

SURGA KETIGA
Tujuan yang benar, bagaimanapun, diluar atmosfir dan bintang di langit. Tempat ini adalah rasul Paulus maksud ketika dia menulis, (2 Korintus 12:2), “Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau - entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.”

Surga, sebagaimana saya terus menggunakan istilah ini terus, adalah suatu tempat yang sering dibicarakan tempat kehadiran Tuhan:

Ibrani 9:24. Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Surga di mana Tuhan berada. Waktu Yesus mengajari kita berdoa, Dia berkata kita berdoa kepada “Bapa kami yang di sorga” Matius 6:9.

Dalam 1 Raja-raja 8:30, surga di sebut sebagai tempat kediaman Tuhan. Dalam Mazmur 11:4, disebut sebagai bait sucinya Tuhan dan tempat di mana tahta Tuhan berada.

Di sana, dalam bait suci Allah terdapat kemuliaanNya, KemuliaanNya yang hebat dinyatakan dalam bentuk yang menyilaukan mata. Suatu tempat yang kudus yang penuh cahaya, sukacita dan kemuliaan. Kita tidak tahu di mana lokasinya berada, tapi sering Alkitab berkata surga diindikasikan di ‘atas’.

Kita tahu bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa sedang berada di surga. Dia di sana dan Yesus Kristus adalah tengah-tengah orang-orang kudus, para malaikat, dan semua pujian berada.

Betapa mulianya kumpulan yang ada di surga! Para malaikat berada, karena Yesus berkata dalam Matius 18:10, “ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.”

Orang-orang kudus ada di sana karena Yesus berjanji kepada kita, dalam Yohanes 14:3, “di mana Aku berada, kamu pun berada.” Kita diberitahu dalam 1 Petrus 1:4, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

Orang-orang kudus, itu membangkitkan gairah untuk bersaksi tentang kunjunganku yang indah ke surga. Saya sangat ingin memberitahumu tentang apa yang saya lihat dan orang yang saya lihat.

PUJIAN SURGA
Setelah malaikat Tuhan telah menunjukkanku ruangan air mata, dia mengulangi serangkaian doa yang saya sering dengar dalam kunjunganku ke surga: “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan!”

Berseri-seri, menakjubkan, kemegahan sorgawi meliputiku. Kemuliaan yang berkobar-kobar memancar dari mana-mana dari semua yang saya lihat melingkupiku sehingga aku terpesona. Keindahan dan kedamaian tempat indah tersebut tidak bisa dengan tepat digambarkan oleh pikiran seseorang dari pikiranku kecuali seseorang yang telah melihatnya sendiri.

Kemudian pada saat itu, saya berpikir dari kata-kata yang saya pernah dengar dari seseorang yang menuliskan:

Sinar dari sorga
Adalah wajah Yesus.
Sukacita sorga
Adalah hadirat Yesus
Keharmonisan sorga
Adalah penyembahan untuk Yesus
Tema sorga
Adalah pekerjaan Yesus
Para pekerja sorga
Adalah yang melayani Yesus.
Kepenuhan sorga
Adalah Yesus sendiri.

The light of heaven
Is the face of Jesus.
The joy of heaven
Is the presence of Jesus.
The harmony of heaven
Is the praise of Jesus.
The theme of heaven
Is the work of Jesus.
The employment of heaven
Is the service of Jesus.
The fullness of heaven
Is Jesus Himself.

Saya berjalan dengan malaikat itu, saya merasakan sukacita, damai dan kebahagiaan di mana-mana. Pikiranku tertuju kepada keluargaku di bumi, dan malaikat tahu pikiranku. Dia berkata kepadaku, “Engkau mempunyai misi yang harus dipenuhi untuk Tuhan. Engkau harus memberitahukan kepada orang-orang di bumi apa yang ada di atas sini. Tuhan menunjukkanmu bagian dari surga, tapi tidak semuanya. Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.”

Ketika kami sampai ke tujuan, saya bisa mendengar banyak, banyak suara nyanyian puji-pujian untuk Tuhan.

Musik dan para penyembah surga yang menakjubkan dan mengisi jiwaku. Hormat dan kuasa bergema dan terus bergema sepanjang ruangan surga dari para pemuja dan orang-orang kudus bernyanyi tanpa henti-hentinya dalam pujian dengan kegembiraan yang besar.

MENDEKAT KE TAHTA
Jiwaku penuh dengan kegembiraan dan berada dalam keriangan. Dan saya tahu bahwa kita akan mendekat ke tahta Tuhan. Malaikat yang menemaniku berhenti dalam jarak yang jauh, jauh dari tahta Tuhan. Saya dapat melihat pemandangan yang hebat dari kejadian yang akan kami lihat. Saya melihat sama seperti yang Yohanes lihat dalam penglihatannya ketika dia menjelaskannya dalam Wahyu:

Wahyu 5:11. Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa.

Oh, orang-orang bumi, jika kamu dapat menyadari kalau Tuhan mempunyai banyak hadiah untuk kita yang mengasihiNya!

Ketika saya memperhatikan dalam pengangkatan dalam kejadian sebelum saya, sesuatu yang lebih indah terjadi. Saya dapat mendengar suara yang gemuruh dari ribuan orang-orang yang memujiNya. Kemudian - yang mengherankan dari semua yang mengherankan!- malaikat mengijinkan saya untuk melihat apa yang saya dari dulu ingin lihat, tahta Tuhan.

KEMULIAAN TAHTA TUHAN
Tahta Tuhan adalah “tinggi dan terangkat ke atas” (Yesaya 6:1). Keluar dari dasarnya, Sungai Kehidupan mengalir dalam keindahan dan kemurniannya. Kemuliaan Tuhan menutupi tahta. Itu terlihat sesuatu bersinar-sinar, kilat, dan suara-suara gemuruh di sekitar tahta. Yohanes, menggambarkan dalam penglihatan yang dia telah lihat, berkata:

Wahyu 4:5. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Saya melihat lengkungan pelangi di atas dan di sekitar tahta, “kelihatan seperti sebuah jamrud” (Wahyu 4:3). Kecemerlangan, kemuliaan yang berwarna-warni bercampur dengan cahaya, menghasilkan intensitas warna yang berkemilauan.

Tidak seperti apapun yang saya pernah lihat yang ada di bumi. Berbagai macam warna dari keindahan cahaya menandakan kemuliaan dan kuasa. Semarak tahta tersebut menyala berkobar-kobar. Pantulan kemuliaan terpancar dari tahta. Benar-benar keindahan surga yang transparan dan semua sinar-sinar bermasyuran datang dari tahta yang dipenuhi dengan cahaya yang terpancarkan dari setiap sudut dari surga!

Berapa lama saya berada dalam tempat surgawi ini, saya tidak tahu, tapi saya selalu dipenuhi dengan kekaguman. Saya berpikir dari ribuan yang menghilang dan menuju ke surgadan ribuan orang-orang yang akan datang lagi. Saya memikirkan kekudusan Tuhan, kemurnian dalam kemuliaanNya, dan kesempurnaan Firman Tuhan. Saya berteriak keras, “Oh, Tuhan! Betapa indahnya melihat kemuliaanMu dan keagunganMu dan kuasaMu!”

Sebagaimana sebelumnya, malaikat berkata kepadaku, “Mari. Banyak hal-hal yang lain dalam surga yang aku ingin tunjukkan kepadamu.”

RUANG PENCATATAN
Saya takjub ketika melihat sebuah ruangan yang mempunyai ketelitian yang sangat untuk disimpan. Malaikat berkata bahwa Tuhan mempunyai malaikat-malaikat untuk membuat rekapan catatan dalam setiap pelayanan yang gereja berikan di dunia dan setiap pelayanan dalam sebuah rumah di mana pun. Dia dipuji dan ditinggikan.

Tuhan juga menyimpan catatan bagi semua yang keluar dari jalan Tuhan. Dia menunjukkan kepadaku bagaimana malaikat-malaikat Tuhan menyimpan catatan dari uang yang diberikan dalam pelayanan gereja, sepanjang dengan catatan dari kelakuan dengan kontribusi orang-orang. Dia berkata kepadaku tentang orang-orang yang mempunyai banyak uang tapi tidak memberi untuk pekerjaan Tuhan.

Saya berpikir bagaimana Tuhan dengan seksama memperhatikan pemberian dan harta karun ketika Dia pergi ke bait Allah:

Markus 12:41-44. Ada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Banyak hal yang lain juga diungkapkan kepadaku, termasuk ruangan yang menyimpan banyak catatan, malaikat mengingatkanku kalau saya juga akan tercatat dalam catatan tentang hal-hal ini. Dia berkata kalau banyak yang mengherankanku, sebagaimana saya hanya melihat sesuatu yang suram (1 Korintus 13:12). Tapi malaikat kemudian menekankan kepada saya untuk memberitahukan kepada orang-orang yang ada di bumi tentang apa yang saya telah lihat.

Ketika kami sampai pada bagian yang lain daripada surga, saya melihat ke sebuahn koridor yang sangat panjang. Dindingnya sangat tinggi, dan terbuat dari platinum. Saya dapat mendengar pujian-pujian yang meniggikan Tuhan bergema terus menerus. Saya terkagum-kagum kepada keindahan dari cahaya dan kemuliaan yang terpancar dari dinding-dinding. Membingungkanku, saya pun bertanya, “Apakah ini?” Itu terlihat seperti dinding yang panjangnya bermil-mil; saya tidak dapat melihat ujungnya.

GUDANG TUHAN
Malaikat yang menunjukkan hal itu berkata kepadaku, “Lihat atap dinding ini.” Pada atapnya dari koridor tersebut tertera kata, Gudang. Ketika saya bertanya, “Ruangan apa semua ini?”, malaikat mengatakan kepadaku ruangan ini berisi berkat-berkat yang disimpan untuk anak-anak Tuhan!

Surga adalah kemurnian yang sempurna, dan Tuhan ingin kemurnian dari orang-orang Kudusnya di dunia sehingga mereka akan menikmati atmosfir surga. Surga adalah penuh dengan kesenangan, dan Tuhan ingin untuk memberikan kesenangan untuk orang-orangNya di bumi. Surga adalah kebebasan selamanya, dan Tuhan merindukan orang-orangNya mempunyai kebebasan ketika mereka ada di dunia. Surga adalah tempat yang keutuhan yang sempurna, dan Tuhan ingin menyembuhkan orang-orangNya disini di dunia. Surga adalah teramat baik dan segala pemenuhannya, dan Tuhan merindukan orang-orangNya dipenuhi kebutuhannya selama di bumi.

Ketika Yesus menyuruh kita untuk berdoa bahwa Tuhan “jadilah di bumi seperti di surga” (Matius 6:10), Dia mengungkapkan kalau Tuhan menginginkan kita untuk merasakan surga yang ada di bumi!

Orang-orang kudus, Tuhan mempuyai gudang berkat hanya untuk kamu. Mereka menunggu di surga untukmu untuk memenuhinya dan menerimanya sekarang, di sini di bumi. Tuhan ingin menyelamatkanmu. Dia ingin mengantarkanmu. Dia ingin menyembuhkanmu. Dia ingin kamu untuk mengetahui “kedamaian Tuhan, yang melebihi semua pengertian” (Filipi 4:7). Dia ingin kamu untuk mengalaminya “kegirangan yang tak terkatakan dari kemuliaan” yang tidak henti-hentinya (1 Petrus 1:8).

YESUS SANG PENYEMBUH
“Lihat kemuliaan Tuhan,” malaikat mengatakannya. Ketika dia menghilang, Yesus berdiri disampingku.Saya melihat kepada Yesus. Dia terlihat lebih tinggi dari perasaan saya sebelumnya. Jubah yang menakjubkan Dia kenakan bergantung padaNya dengan elegan dan anggun. Sendal yang anggun berada di kaki yang berbekas luka, dan wajahNya dan RambutNya tampak indah dan menakjubkan.

Dan saya tersenyum padaNya, saya bertanya, “Yesus, ruangan apakah ini?”

Tuhan tidak menjawabku, tapi Dia menaruh tanganNya dan mengerakkannya ke arah dinding. Pada saat itu, sebuah dinding terbuka dengan lebar. Sekeliling ujungnya saya melihat kemuliaan dan kuasa dan cahaya. Seperti banyak objek yang lain, itu terlihat seperti memberikan kemuliaan kepada Tuhan. Saya pun menangis, “Oh, Tuhan, apakah ini?”

Dia berkata kepadaKu, “AnakKu, ini semua untuk orang-orangKu. Ini adalah untuk para pendosa di dunia, jika mereka hanya percaya. Aku mati untuk membuat mereka penuh.”

Ketika saya melihat ke arah mataNya, saya tahu Ia ingin orang-orang percaya kepadaNya, Yesus Kristus, yang telah mati jadi kita bisa menjadi penuh. Dia berkata, “Kesembuhan sudah menunggu untuk orang-orang yang ada di bumi. Hari yang akan datang akan penuh dengan siraman keajaiban dan penyembuhan di dunia.”

Dia melanjutkan, Dia berkata, “Anakku, sebagaimana yang kau lihat, ini adalah ruangan persediaan, atau rumah penyimpanan. Berisikan berkat-berkat yang menunggu kepada yang percaya kepada semua yang ada di dunia. Semua yang harus mereka lakukan adalah percaya dan menerima-percaya bahwa Aku adalah Tuhan Yesus Kristus dan Aku bisa melakukan semua hal, dan menerima pemberianKu.”

Ketika engkau kembali ke dunia, Dia menekankan, “ingat kalau bukan kamu yang melakukan pengembuhannya. Ini bukan penampungan kesembuhan; itu adalah Aku. Katakanlah kata-kataKu dan berdoa, dan Aku akan menyembuhkan. Percaya bahwa Aku bisa melakukannya”

Saya berkata dengan keras, “Kemuliaan bagi Tuhan! Haleluya! Terima kasih, Yesus!” Yesus menurunkan tangannya, dan bukaan pada dinding pun tertutup.

Kemudian malaikat dan saya terpindahkan dengan sangat cepat ke suatu tempat yang lain. Disini, juga, saya dapat mendengar musik dan gemuruh kemuliaan dari orang-orangNya. Malaikat berkata, “AnakKu, aku telah diperintahkan oleh Tuhan untuk menunjukkanmu beberapa hal. Beritakan kepada orang-orang mengenai ini semua.

DULU, KINI DAN NANTI
Pada titik ini dalam penglihatanku, malaikat Tuhan mulai memberitahukan hal-hal kepadaku kalau saya diberitahukan beberapa kali sebelumnya. Dia berkata untuk memberitahukan tentang sebuah misteri yang besar.

Dia berkata, “Tuhan telah berkata, dan Aku akan menunjukkan kepadamu dulu, kini dan nanti. Hal-hal yang akan Aku tunjukkan kepadamu akan memberikanmu kegirangan. Aku akan memberitahumu tentang yang terjadi ketika sebuah orang lahir kembali. Aku akan tunjukkan bagaimana seseorang yang dosanya dihapuskan oleh Darah Domba dalam ruangan catatan.

“Aku akan menunjukkanmu apa yang terjadi ketika sebuah individu lahir-baru mati di bumi dan jiwanya ke surga. Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.”

Kami berjalan dari surga dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan segera setelah kami kembali ke dunia. Saya dapat melihat dunia dalam penglihatan, malaikat berkata kepadaku, “Lihat dan bersiaplah.”

Ketika malaikat memperlihatkan penglihatan tersebut, saya melihat sebuah gereja kecil dalam sebuah kota. Sekarang, saya tidak tahu di mana gereja tersebut berada, tapi itu adalah gereja di suatu desa, jauh dari kota.

Dengan bantuan dari malaikat Tuhan, saya diperbolehkan untuk melihat ke dalam bangunan. Saya dapat melihat tiga puluh orang duduk di bangku gereja. Pendeta yang ada di mimbar borkhotbah tentang jalan ini:

Yesaya 55:6-7. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Ketika saya memperhatikan kejadian ini, sebuah malaikat kuat berdiri di gereja. Malaikat pembawaku berada disampingku berkata, “Seorang malaikat dikerjakan pada sebuah gereja. Malaikat ini berkuasa atas semua malaikat lain yang ada di gereja.”

PARA MALAIKAT DI GEREJA
Dua malaikat dengan buku bediri di luar pintu gereja. Saya dapat melihat orang masuk dan keluar dari gereja. Kemudian malaikat penuntunku memberi syarat dengan tangannya, dan itu seperti atap yang tergulung, dan saya dapat melihat kedalam gereja.

Seorang malaikat berdiri di samping pendeta di mimbar. Disamping kedua orang itu ada dua malaikat lain. Ini menjadi empat malaikat yang ada di sekitar mimbar.

Dua malaikat berdiri di belakang gereja, dibelakang jemaat. Dua lagi berdiri sekitar tengah-tengah gang, dan di altar berdiri lagi dua malaikat lain. Malaikat kemudian berkata kepadaku, “Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang akan terjadi.”

Pendeta mulai berbicara, dan penerima tamu mulai mengambil bagian penerimaan. Ketika penerimaan diterima, malaikat mencatat kelakukan orang-orang dalam persembahan. Mereka tercatat para pemberi persembahan-apakah mereka menyesalkan memberi diri kepada pekerjaan Tuhan, atau apakah mereka senang memberi persembahan dan terlihat dari gelagak dari penyembahan. Malaikat mencatat itu semua dalam buku catatannya.

Kemudian dua malaikat yang besar yang ada di depan dari mimbar menundukkan kepala kepada malaikat-malaikat yang lain.

Semua kegiatan ini dari malaikat-malaikat tidak bisa dilihat oleh orang-orang di gereja, tapi saya dapat melihat itu semua dengan jelas. Kemudian penuntunku berkata kepadaku, “Aku ingin menunjukkan kepadamu sesuatu yang lain. Perhatikan dengan seksama, dan engkau akan terberkati.”

Tiba-tiba, itu sepertinya saya telah dipindahkan di belakang pendeta. Ketika dia mulai berkhotbah pada ayat ke enam, “carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!”, saya dapat melihat sekelompok surgawi berada dalam gereja. Sepanjang waktu pelayanan berlangsung, malaikat-malaikat memuji. Pendeta tersebut terurapi ketika dia memberikan pesan tersebut. Satu dari malaikat kemudian memercikkan yang kelihatan seperti api kepadanya. Kemuliaan Tuhan keluar dari mulut pendeta.

Di belakang dari gereja, pintu terbuka, dan seorang yang sangat masuk menerobos masuk. Dia datang malalui gang, berkata, “Saya adalah yang engkau bicarakan, pendeta. Saya butuh Tuhan. Saya ingin diselamatkan. Saya seorang pemabuk.” Orang tersebut kemudian berlutut di depan altar dan mulai menangis kepada Tuhan.

Dua orang kemudian menghampiri dia di altar untuk mengkhotbahinya. Mereka menaruh tangan di sekitarnya, mereka bertanya kepadanya, “Apa engkau bersungguh-sungguh ingin berurusan dengan Tuhan? Apa engkau benar-benar ingin diselamatkan?”

“Ya, aku ingin diselamatkan,” jawab orang itu.

“Saya seorang pemabuk. Saya ingin dibebaskan.”

SEBUAH JIWA DISELAMATKAN
Dua malaikat tiba-tiba muncul. Mereka memiliki sebuah gulungan di tangannya, dan mereka mulai menulis apa yang orang itu katakan. Kemudian pelayan tersebut mulai menuntunnya melalui proses penyelamatan. Saya melihat kalau orang ini dipenuhi oleh dosa. Bagaimanapun, ketika pelayan tersebut berdoa untuknya, satu dari malaikat itu menyentuh hatinya, dan asap gelap seperti kabut dimuntahkan keluar dari dadanya.

Ketika saya melihat, saya teringat kepada Kitab Suci yang berkata tentang dosa yang keji keluar dari hati:

Matius 12:35. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

Matius 15:18-19. Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Ketika orang itu mulai berdoa kepada Tuhan dengan tangan terangkat, saya melihat luas, pita hitam yang membungkus dia. Dia sedang dalam perban untuk semua jenis dosa, tapi khususnya ketergantungan alkhohol dan kemabukan. Seorang dari pelayang itu berkata kepadanya, “kamu harus mengaku dosa-dosa itu kepada Tuhan, sehingga Dia akan mengampunimu, dan kamu bisa dibersihkan dalam darah Anak Domba.”

Ketika dia mulai mengaku dosa-dosanya, seorang malaikat menyentuhnya. Saya dapat melihat api keluar dari tangan malaikat itu. Pita tersebut mulai hancur dan terbakar olehnya.

Ini memberikan kebebasan yang hebat sekali. Dia mengangkat tangannya dan memuji Tuhan. Dia berdiri, dan saya melihat kemuliaan Tuhan turun atasnya. Saya tahu Tuhan menenangkannya, karena dia mulai memuji-muji Tuhan.

Kemudian dua malaikat besar tersebut melihat satu sama dengan yang lain dan menundukkan kepala. Mereka kembali ke angkasa ke asal mereka berada dan berkata, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.”


KEMBALI KE RUANG PENCATATAN
Kami pergi kembali ke surga dengan dua malaikat yang lain dengan sangat cepat. Setelah kami sampai di gerbang, kami menuruni jalan turun yang terlihat terbuat dari emas. Dengan cepat kami berada dalam ruangan yang indah.

Malaikat berkata, “Mari dan lihat apa yang kami lakukan disini.” Sepanjang koridor kami masuk ke dalam satu ruangan yang lain yang mirip-mirip dengan yang lain. Malaikat berkata, “Ada banyak ruangan seperti ini di surga. Ini semua disebut ruangan-ruangan pencatatan. Engkau akan melihat apa yang terjadi dalam ruangan-ruangan ini.”

Malaikat berkata, “Kita akan masuk ke dalam ruangan yang berisi nama orang-orang yang masuk agama lain di bumi.”

Dalam ruangan saya melihat malaikat-malaikat dari bumi dengan cepat dan memberikan laporan tertulis dalam sebuah gulungan kepada malaikat yang lain.

Beberapa tangga terposisikan sepanjang dinding dalam ruangan segi empat. Rak-rak menutupi dinding, dan semua buku ada di dalam rak. Kejadian ini mengingatkanku kepada perpustakaan yang ada di bumi.

Malaikat yang lain, bernyanyi dan memuji Tuhan, berdiri dalam sebuah garis di depan sebuah meja yang besar. Sekitar delapan kaki panjangnya dan empat kaki lebarnya. Gambar guntingan kotak berada di tengah-tengah meja tersebut, yang tertutup dengan emas padat. Sangat indah. Itu terukir dengan daun-daun dan buah.

Itu adalah meja yang paling indah yang saya pernah bayangkan. Saya tidak pernah melihat apapun seperti itu atau gambar yang seperti itu di dalam dunia. Saya tercengang dengan kemuliaan dan keagungan Tuhan yang ada dalam ruangan ini.

Malaikat-malaikat menaiki dan menuruni tangga. Mereka terus-menerus mengambil buku dari raknya dan mengembalikan ke tempatnya semula. Beberapa malaikat berdiri disekitar dengan laporan-laporan bagian yang lain dari bumi.

Saya memperhatikan bahwa beberapa buku di dinding memiliki corak warna yang berbeda-beda. Kemudian saya melihat dua dari malaikat yang dari gereja berdiri di sebuah garis dengan buku yang sudah mereka ambil dari raknya. Buku itu berisi catatan dari setiap orang yang sudah saya saksikan yang lahir baru di dunia.

Malaikat yang bersamaku berkata, “Apakau engkau melihat dua malaikat yang ada di gereja?”

“Ya.”

“Apakah engkau melihat buku di tangan mereka?”

“Ya.”

Itu berisi catatan dari orang yang baru saja telah diselamatkan. Mereka memperolehnya dari raknya. Kini mereka harus pergi kepada malaikat yang memiliki wewenang.”

Malaikat pemanduku menjelaskan bahwa dalam setiap ruang pencatatan, ada malaikat yang berwenang. Semua yang datang dan pergi dari ruangan melewati malaikat itu. Semua dilakukan dengan untuk kemuliaan Tuhan.

Saya tercengang melihat semua hal yang sedang terjadi. Malaikat yang berwenang memakai hiasan kepala yang sangat sulit bagiku untuk menjelaskannya. Dia mempunyai rambut emas dan berkilau-kilauan, jubah putih dengan banyak hiasan emasnya.

Malaikat yang indah itu mempunyai lebar sayap sekitar dua belas kaki. Dia adalah malaikat yang paling indah yang saya pernah lihat. Malaikat tersebut adalah penjaga utama dari ruangan pencatatan.

Malaikat yang berwenang tersebut melihat kepadaku dan menyuruhku mendekat kepadanya. Kuasa Tuhan menggerakkanku, dan saya dengan cepat berada di samping malaikat tersebut.

Dia berkata kepadaku, “Engkau diijinkan berada disini agar kami bisa menunjukkan kepadamu apa yang terjadi ketika seseorang di dunia lahir baru. Engkau akan memberitahukannya kepada orang-orang di bumi.”

Ketakjuban itu memenuhiku dan tidak dapat terkatakan!

MENYIMPAN CATATAN
Ketika saya melihat jauh di depanku, pujian pengagungan Tuhan naik disekelliling. Saya dapat mendengar suara-suara bel berdering, walaupun saya tidak dapat melihatnya. Menyenangkan hati, tertawa, pengagungan, kebahagiaan malaikat berdiri dengan buku-buku di tangan mereka, menunggu untuk berbicara kepada malaikat yang berwenang.

Saya pun memuji dan membesarkan Tuhan lagi untuk kebesaran kuasaNya dan kemuliaanNya.

“Apakah engkau melihat dua malaikat yang ada di depan meja?” malaikat pemanduku bertanya kepadaku.

“Ya,” saya menjawab.

“Mereka hadir ketika orang tadi lahir baru.”

Dia menarik sebuah pesan dari gulungan; seperti ada penanda dalam buku. Saya tidak dapat melihat apa yang tertulis pada kertas gulungan tersebut. Malaikat berkata, “Lihat apa yang tertulis disini,” yang dia perlihatkan kepadaku.

Pesan tertulis dengan tulisan gaya lama, benar-benar indah. Saya melihat nama kota, nama negara bagian, nama kota, dan nama dari gereja.

Malaikat yang menunjukkan kepadaku nama dari pendetanya dan berapa banyak orang yang ada di gereja. Dia perlihatkan kepadaku pelayannya. Semua catatan telah ditulis. Dia menunjukkan kepadaku orang-orang yang ikut ambil bagian dalam pelayanan gereja dan seluruh kejadian mendetail dari yang sudah dicatat.

Nama orang yang terselamatkan yang saya pernah lihat di dunia ditulis pada sebuah kertas. Pesan dari ajaran Tuhan Yesus Kristus yang dikhotbahkan untuk menyelamatkannya dan waktu yang tepat untuk lahir baru-itu semua tercatat disitu. Saya berkata, “Kemuliaan bagi Tuhan.”

Ketika semua catatan sampai kepada dimana orang berdosa tersebut berdoa untuk dosa-dosanya dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, malaikat melihat kepada dua malaikat persuruh Tuhan dan bertanya, “Apakah engkau menyaksikan kalau orang ini lahir baru pada jam dan waktu ini?”

Mereka berkata, “Ya, kami menyaksikannya. Kami ada disana. Dia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kami melihat itu semua terjadi.”

Gemuruh kemuliaan, pemujian dan sorak-sorai memenuhi moment yang mengejutkan tersebut. Semua yang di surga membesarkan Tuhan.

Kemudian malaikat menulis sesuatu dalam buku yang dia pegang dan menutup halaman-halamanya. Buku tersebut sangat tipis. Dia berkata kepadaku, “Lihat dibelakangmu.” Saya melihat banyak orang, orang-orang kudus yang ditebus, memakai jubah putih dalam semarak dan kemegahan.

DARAH YESUS

Semua orang-orang kudus yang ditebus mengagungkan Tuhan bernyanyi lagu ini:
Oh, tidak ada yang lain selain darah Yesus bisa membersihkan dosa-dosaku.
Oh, tidak ada yang lain selain darah Yesus bisa membuatku penuh hari ini.
Oh, tidak ada yang lain selain darah Yesus bisa membersihkanku hari ini.
Aku sudah ditebus
Oleh darah Anak Domba

Oh, nothing but the blood of Jesus can wash my sins away.
Oh, nothing but the blood of Jesus can make me whole today.
Oh, nothing but the blood of Jesus can cleanse me today.
I’ve been redeemed
By the blood of the Lamb.

Ketika saya melihat, buku yang orang tadi itu diserahkan kepada salah seorang orang kudus yang memuji. Halaman demi halaman dari tulisan dibersihkan. Mereka mengangkat halaman demi halaman, dan saya dapat melihat bahwa setiap halaman telah dibersihkan oleh darah Yesus. Tidak ada dosa dari orang itu yang tertinggal. Dan Kitab Suci datang kepadaku dari Yesaya:

Yesaya 43:25. Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.

Saya berpikir, “Oh, Tuhan, betapa indahnya dari FirmanMu yang terus berlaku. Dosa-dosa dari orang itu dibesihkan oleh darah Domba.”

Terus saya memperhatikan, buku diserahkan kepada malaikat lain. Malaikat itu mempunyai rambut yang panjang dan indah. Buku tersebut diletakkan pada sebuah penampan yang malaikat bawa. Malaikat memberi hormat satu dengan yang lain, dan sorak-sorai pun naik.

Malaikat yang menemaniku berkata, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.” Saya mulai berjalan dengannya dengan capat melewati koridor sorga.

BUKU KEHIDUPAN ANAK DOMBA
Lagi-lagi saya berdiri di depan tahta Tuhan. Ada bunyi terompet dan bunyi terompet tersebut bersahut-sahutan. Awan kemuliaan, kemuliaan Tuhan, memancar seluruh tempat di sekeliling tahta.

Ada banyak kilat dan halilintar. Saya dapat mendengar banyak suara yang berkata, “Kemuliaan untuk Tuhan! Haleluyah!”

Saya menyaksikan kejadian yang hebat ini, dan saya melihat malaikat yang membawa sebuah buku yang tergeletak di depan altar dan menundukkan kepala. Suara Tuhan terpantul keras di udara, demikian juga saya mengerti setiap kata-kataNya. Tuhan berkata, “Jiwa baru yang lain telah ditebus oleh Darah AnakKu. Pribadi yang lain telah menerima penebusan lewat Darah AnakKu.”

Semua lonceng surgawi berbunyi! Semua penduduk sorgawi bersorak-sorai! Saya pun berlutut dan mulai memuji Tuhan.

Saya melihat Buku Kehidupan Anak Domba (Wahyu 21:27) di altarNya, dan saya melihat sebuah tangan keluar dari awan itu dan membuka buku yang tergeletak di sana oleh malaikat. Kemudian nama orang tersebut ditulis dalam Buku Kehidupan Anak Domba. Kemuliaan bagi Tuhan! Orang-orang kudus, yakinlah nama-nama kita juga ditulis dalam Buku Kehidupan.

Ketika saya menyaksikan kejadian yang hebat ini, malaikat Tuhan berkata, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.” Seketika, saya dibawa keluar dari surga dengan sangat cepat. Ketika saya pergi dengan malaikat tersebut, saya berpikir tentang sejalan dari Yesaya:

Yesaya 45:3-4. Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu. Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

SUNGAI KEHIDUPAN
Dalam penglihatanku yang lain, saya melihat Tuhan membawa orang-orang kudusNya ke Sungai Kehidupan. Oh, Sungai kehidupan mengalir dari tahta Tuhan dan Anak Domba (Wahyu 22:1). Ketika orang-orang kudus melewati Sungai Kehidupan, saya dapat mendengar mereka menyorak-soraikan, “Kemuliaan bagi Tuhan!”

Kemudian saya melihat kumpulan orang-orang kudus yang tidak terhitung yang berjubag putih, jubah indah yang saya pernah lihat. Saya mengingat ketika Yohanes menulis ini:

Wahyu 7:13-14. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” Maka kataku kepadanya: “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”

DI DEPAN TAHTA
Saya diijinkan untuk melihat tahta Tuhan lagi dan menyaksikan dengan kekaguman, kejadian yang mengagumkan. Saya dapat mendengar suara terompet-terompet. Kata-kata sulit untuk menjelaskan semua ini dengan sesuai apa yang saya saksikan.

Dua puluh malaikat kebesaran berdiri di depan tahta, berbaris dengan pakaian yang sulit untuk dijelaskan. Yang terbaik yang dapat saya ungkapkan adalah pada pin pada pakaian, mereka mempunyai perhiasan tertanam pada pakaian. Di kepala mereka ada semacam benda surgawi dari corak yang berwarna-warni. Pinggiran dengan emas menghiasi jubah panjang mereka.

Bunyi-bunyi terompet mendahului orang-orang kudus datang, satu demi satu, berdiri di depan Tuhan. Orang-orang kudus yang tidak terhitung, malaikat-malaikat, dan surga terpenuhi dengan kumpulan orang-orang tersebut. Semuanya memuliakan Tuhan

ORANG-ORANG TERTEBUS
Orang-orang yang telah tertebus dari semua usia berpenampilan indah dan menakjubkan. Mereka adalah sunguh-sungguh orang, bukan gumpalan asap atau kabut yang mengapung di udara.

Kemana saja saya melihat, saya melihat malaikat Tuhan memuji kebesaranNya terus menerus.

Berdiri di depan tahta, saya mendengat suara menderau berkata:

Wahyu 21:3. “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan la akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan la akan menjadi Allah mereka.”

Kemudian saya melihat awan kemuliaan dipenuhi cahaya, kilat dan gemuruh. Ketika saya melihat, saya melihat tangan Tuhan keluar dari awan dan mulai menyapu air mata dari orang-orang kudus dari mata meeka. Firman Tuhan berkata, Wahyu 21:4. Dan la akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.

Saya mendengar Tuhan berkata,

Wahyu 21:4-5. Dan la akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”

Tuhan berkata kepada kumpulan orang-orang kudus, “Aku melihat namamu tertulis dalam Buku Kehidupan Anak Domba. Selamat datang kedalam kegirangan yang dari Tuhan.” Sekali lagi, Ayat Suci yang lain terlintas dipikiranku, Matius 25:21, maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Dengan itu Tuhan memberikan mahkota emas yang menakjubkan pada kepala mereka yang telah tertebus.

Saya yakin berkat-berkatNya akan terus berkelanjutan megalir untuk semua yang tertebus. Saya tahu itu tidak akan pernah berakhir!

GUDANG-GUDANG SURGA
Saya yakin Yesus Kristus memberitahu tentang surga kepadaku sebagaimana Ia ingin memberikanku keseimbangan. Dia tahu bahwa aku telah mengunjungi neraka berkali-kali, dan mengalami neraka benar-benar mengerikan jadi Dia memberikanku berkat dengan berkunjung ke surga.

Dalam satu kunjunganku ke surga, saya telah ditunjukkan gudangNya Tuhan. Malaikat Tuhan berkata kepadaku, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.”

Malaikatnya sangat cantik dan tinggi. Sayapnya mempunyai warna pelangi dan berbentuk seperti segi-tiga. Dia berkata kepadaku telah memberinya perintah, dan dia menunjukkan kepadaku bagian-bagian surga.

Kami pergi naik ke tempat yang lebih atas melewati atmosfir dan menerobos memasuki pintu masuk surga lagi. Saya melihat pohon buah yang dipenuhi buah-buah yang indah. Saya melihat keluarga-keluarga memakai pakaian jubah yang indah-indah, berjalan naik dan turun lereng bukit, memuji Tuhan.

Lingkungannya dipenuhi oleh musik yang paling merdu yang kamu pernah dengar. Musik surgawi adalah manifestasi kegirangan. Itu adalah bukti dari kegirangan, nyata dari kesenangan.

Saya telah mendengar paduan suara yang bagus sekali dan paduan musiknya yang menghasilkan peforma musik yang indah di bumi. Tapi orang-orang kudus, tidak adak yang dapat menandingi keindahan musik dan nyanyian yang ada di sorga.

Surga penuh dengan musik orkestra. Bayangkan, jika kau bisa, jutaan dari petikan suara-suara yang sempurna, nyanyian yang merdu melodi surga! Tidak ada satu nada pun yang fals. Semuanya dalam harmoni yang sempurna.

Petikan alat-alat musik memberikan iringan musik yang indah, dengan terompet dan alat musik yang lain. Semua tercampur dengan suara dari orang-orang kudus yang memuji Tuhan dengan kegirangan yang terangkat. Nada alat-alat musik, seperti suara nyanyian, yang telah dijernihkan dan dibuat sempurna dengan kebesara kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa.

Oh, itu benar-benar agung untuk didengar, kemuliaan pujian untuk Tuhan. Suara-suara tanpa nada berkualitas atau petikan dunia akan bernyanyi dengan harmoni di surga. Kita semua akan bahagia di sana. Walaupun sepuluh-ribu paduan suara disini akan jatuh bila dibandingkan dengan keagungan dan kepandaian musik yang dari pada kota sorga Tuhan!

Gelombang demi gelombang dari nyanyian gereja yang megah dari pujian yang menggelombang sepanjang dataran dan jalan-jalan surga. Semuanya benar-benar terpadukan dari apa yang saya dengar atau pikirkan dari tidak ada yang pernah sama.

Dan malaikat yang memanduku berkata, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.”

Saya ingat ketika berjalan dengannya seluruh tempat itu dipenuhi dengan keindahan rumput yang tidak dapat dibayangkan.

Ada kelompok-kelompok yang besar dari bunga-bunga dalam bagian tertentu dari rumput. Bunga yang bagus sekali dan terlihat seperti mawar. Setiap tanaman mempunyai paling tidak mempunyai satu kembang yang terdiri dari mahkota bunga yang indah. Dan, seperti orang-orang kudus, bunga-bunga itu terlihat seperti kalau mereka sedang bernyanyi!

KUDA-KUDA SURGA
Berjalan-jalan dengan seorang malaikat, kami melewati suatu tempat yang sangat indah, kuda-kuda putih. Saya teringat ketika membaca Wahyu tentang kuda-kuda dan bagaimana Yesus pada suatu hari akan menunggang seekor kuda putih, memimpin pasukan surgawi, yang juga akan mengendarai kuda-kuda putih:

Wahyu 19:11-14. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan la yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", la menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali la sendiri. Dan la memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.” Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.

Kuda-kuda ini terlihat seperti kuda-kuda bangsawan. Mereka terlihat seperti patung-patung besar yang telah dipahat dari batuan besar, tapi mereka nyata dan hidup. Kukunya sangat besar. Kuda-kuda itu murni putih dan sangat agung.

Seorang wanita berjubah putih yang sangat indah tersenyum dan berbicara kepada kuda-kuda tersebut, mengarahkan mereka untuk berlutut dan memuji Tuhan. Semua dari mereka, pada saat yang sama, berlutut dengan lutut kanan dan memuji Tuhan!

Saya berpikir, “Oh, betapa indahnya!” Dan saya teringat ketika membaca Alkitab bahwa semua mahluk di surga dan di bumi akan hormat dan menyembah Tuhan:

Yesaya 45:23. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa.

Roma 14:11. Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah.

Filipi 2:9-11. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Wahyu 5:13. Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada d dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

Damai, kegirangan dan kebahagiaan ada di mana-mana. Saya dapat mendengar orang-orang memuji Tuhan.

Tiba-tiba, saya tidak melihat lagi malaikat yang tadi bersamaku, tapi Tuhan Yesus ada disampingku. Dia terlihat seperti seseorang yang sangat tinggi, dan Dia memakai jubah yang berbeda dari jubah-jubah yang lain.

MataNya berkilauan sangat indah. Dia terlihat dengan seperti janggut yang rapi dan rambut yang sangat tipis. Saya ingat ketika melihatNya dan berpikir bahwa kelembutan pada mataNya jauh dari apa yang penulis bisa jelaskan. Kelemahlembutan dari Juru Selamat sangat mempesona dan menakjubkan.

Semuanya dalamku ingin memujiNya, menyembahNya dan berlutut padaNya, Raja atas segala raja dan Tuhan atas segala tuhan, Yesus Kristus. Kemuliaan dan kuasa bergelora di sekitarNya.

GUDANG PENYEMBUHAN
Saya menatap mata Yesus yang memperhatikanku dengan heran. Saya bertanya, “Yesus, apakah itu?”

“AnakKu, lihat!”

Dia menggerakkan tanganNya ke arah bangunan yang saya lihat ada disana dengan bukaan yang besar. Dari bukaanya, kemuliaan dan kuasa bergelora dari kuasa yang memancar keluar.

Saya bertanya lagi kepadaNya, “Yesus, apakah itu?”

“AnakKu, apakah engkau melihat penyembuhan dalam gudang-gudang itu?”

“Ya, Tuhan.”

“Semua berkat ini menunggu untuk anak-anak Tuhan.”

Semua penderitaan dalam hidup kadangkala tragis. Betapa banyak kesakitan, penyakit, kekurangan fisik, cacat fisik dan semua kemiripan yang orang-orang derita!

Engkau melihat itu di mana-mana. Jalan sebentar dan turun ke koridor rumah sakit manapun dan tempat-tempat kesehatan. Kunjungi tempat-tempat penyakit yang menulat, kesehatan mental, kesehatan rwaat jalan, ruang gawat darurat, dan tempat-tempat lain yang mengambil bagian untuk orang-orang yang dalam kesakitan dan fisik yang menderita dan ganguan mental.

Kesakitan adalah sebagai hasil dari kejatuhan Adam dan Hawa di Taman Eden. Itu semua adalah konsekuensi dari akibat dosa. Beberapa melihat kesakitan sebagai gangguan, sebuah tragedi dari kondisi manusia, atau hanya bagian dari keadaan normal. Dalam kenyataannya, itu adalah kutuk Setan.

PENYEMBUHAN DI SURGA
Kebutuhan kesembuhan adalah sangat besar sekali.

Kesakitan adalah kesalahan dari kehendakNya. Itu adalah elemen yang tidak alami dalam ekonominya Tuhan. Itu tidak datang bersama dengan Tuhan; itu tidak datang dari surga. Dosa berasal dari sumber yang jahat, bukan sumber yang baik.

Ketika kita masuk ke surga, semua kesakitan, penyakit, dan penderitaan akan hilang selamanya. Paulus menulis penebusan yang istimewa dari tubuh kita:

Roma 8:18-19. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

Penderitaan yang paling menyakitkan yang bisa terjadi dalam hidup ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang tidak terbatas yang akan kita peroleh. Dalam surga dengan tubuh yang sempurna, kita akan tenang bersama Kristus dengan tidak ada lagi sakit penyakit atau gangguan mental. Lagi pula, Dia juga menginginkan untuk menyembuhkan kita sekarang.

Salah satu sebutan Tuhan dalam Alkitab adalah Johovah-Rapha, yang berarti “Tuhan, Penyembuh kita.” Tuhan membuat perjanjian khusus tentang penyembuhan dari umatNya. Dia menjanjikan Israel:

Keluaran 15:26. Firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”

Lagi pula kesakitan adalah bagian dari kutuk dosa, Yesus telah mengangkat kutuk itu untuk semua yang percaya padaNya dan menyesali dosa-dosanya. Luka-luka dan memar-memar yang Yesus derita adalah suatu harga yang harus dibayar untuk dosa. Dia menjadi Juruselamat kita. Lagi, penderitaanNya telah membayar lebih dari pada sekedar untuk dosa: itu ditentukan dan dibuktikan bahwa Yesus adalah Sang Penyembuh!

Yesaya 53:5. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

1 Petrus 2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

KESEMBUHAN ADALAH UNTUK HARI INI
Departemen kesembuhan dari Kritus tidak berhenti ketika Dia terangkat ke surga dari depan murid-muridNya. Pergerakan dari Rasul-rasul adalah kelanjutan “dari yang Yesus mulai lakukan dan ajarkan” (Kisah Para Rasul 1:1)

Yesus memulai sebuah bagian penyembuhan di dunia dan mengajarkan kesembuhan adalah bagian dari kebaikan kerajaan. Sebelum Dia kembali kepada Bapa, Yesus menginstruksikan semua yang percaya untuk pergi dan sembuhkan yang sakit. Dia berkata:

Markus 16:17-18. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

Yesus juga berpesan kepada kita:

Yohanes 14:13-15. Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya. Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Yesus seakan-akan telah menghilang, dan saya berjalan-jalan bersama malaikat yang ada di gudang tersebut. Saya berpikir, “Begitu banyak gudang, Tuhan.”

Tuhan berbicara kepada rohku: “AnakKu, ketika engkau bedoa untuk seseorang di dunia, doakan mereka di dalam namaKu. Ingat bahwa engkau bukan menyembuhkan, tapi Aku. Mintalah padaKu untuk menyembuhkan sebuah mata atau kaki, maka Aku akan menyembuhkannya. Mintalah padaKu untuk meluruskan tungkai lengan seseorang yang tidak lurus atau menyembuhkan anggota badan yang sakit, dan Aku akan menyembuhkannya.”

“Apapun yang engkau ingin Aku untuk melakukannya, mintalah dalam NamaKu, maka Aku akan melakukannya. Aku mempunyai semua jawabannya dalam gudang-gudang ini.”

Yesus menekankan bahwa berkat-berkat yang ada di dalam gudang berkat ini adalah untuk umatNya dan semua para pendosa di dunia. Saya teringat Dia berkata bahwa saat yang sangat dekat ini akan ada hujan kesembuhan di dunia.

Saya pikir bahwa kesembuhan sudah terjadi di dunia, dan saya pikir, “Tuhan, betapa indahnya Engkau menyembuhkan tubuh kami!”

Sejalan kita bertambah tua, tubuh kita mulai rentan. Ini adalah efek alami dari dosa, dan kita tidak akan pernah bebas dari semua konsekuensi ini. Tapi Tuhan tidak menginginkan kita untuk usia lanjut kita dalam keadaan berbaring dan tidak berguna. Dia ingin kita untuk tetap aktif dan produktif. Yesus telah mati maka kita pun akan menjadi penuh.

Yesus Kristus, Anak Allah, mencucurkan darahNya untuk kita bisa diselamatkan dari neraka. Jika kita pecaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, kita mempunyai harapan. Harapan untuk jiwa-jiwa adalah di dalam Yesus.

Yesus Kristus menderita untuk kesembuhan tubuh kita. Keistimewaan kita, berkat kita dan harapan kita untuk kepenuhan dan kebaikan adalah dalam Yesus. Dia adalah harapan untuk kesembuhan fisik kita untuk menjadi lebih baik.

Orang-orang kudus, ada gudang berkat yang tidak diminta di surga. Itu semua siap untuk diminta oleh umatNya yang memintanya dalam iman dan di dalam nama Yesus!

Ketika Dia ada di dunia, Tuhan sekali pernah berkata, “Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” (Yohanes 14:2). Tempat yang Dia persiapkan adalah surga. Tempat yang indah tempat yang memiliki banyak hal yang menakjubkan.

Sejalan dengan kesaksianku dalam buku ini dan saya bercerita tentang surga, pikiran dari tempat itu membangkitan semangat jiwaku. Terima kasih Tuhan untuk keindahan Firman yang Dia telah berikan untuk kita, anak-anakNya!

PERINTAH DI SURGA
Surga adalah tempat yang sibuk. Dipenuhi oleh aktifitas dan kegirangan. Malaikat-malaikat selalu mempunyai kegiatan; mereka dalam sesuatu yang menghasilkan, usaha yang berbagai macam.

Satu dari tujuan buku ini adalah untuk memberitahumu apa yang saya lihat tentang pekerjaan mallaikat-malaikat di surga. Mereka selau bergembira dan girang-tidak pernah lelah, tidak pernah sedih. Mereka selalu memuji Tuhan.

Orang-orang kudus yang ditebus, mereka juga sangat sibuk di surga. Mereka selalu mempunyai pekerjaan yang harus dilakukan di surga. Apa tepatnya yang dikerjakan oleh orang-orang kudus yang mereka hasilkan, saya tidak tahu. Tapi kamu bisa yakin tidak ada satupun yang bermalas-malasan di tempat yang nyata tersebut. Orang-orang kudus sibuk dalam pekerjaan tidak seperti orang-orang bumi alami. Mereka sibuk dalam dorongan, kegembiraan, memenuhi pekerjaannya. Mereka terus menerus memuliakan Tuhan dan melakukan pekerjaan yang Tuhan suruh untuk mereka lakukan.

Ketika saya melihat malaikat-malaikat yang beterbangan dari bumi dengan laporan, mereka datang ke dalam surga dari seluruh penjuru bumi. Mereka telah datang ke banyak pelayanan gereja dan pertemuan para pendoa.

Ketika mengamati kejadian-kejadian yang terjadi di bumi, mereka selalu memegang potongan kertas putih yang terlihat seperti sebuah gulungan, yang memiliki tepian emas. Lalu mereka akan kembali ke tempat tertentu di surga dan membagikan laporan mereka kepada malaikat-malaikat yang lain.

PENDUDUK SURGA
Di suatu tempat di surga saya melihat orang-orang kudus yang memakai jubah yang indah, mulia, putih, kemudian saya berpikir satu dari Ayat Suci:

Yesaya 61:10. Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

Orang-orang yang saya lihat di surga memiliki keistimewaan yang khusus dan berasal dari banyak kewarganegaraan di dunia. Kitab Suci berkata:

Wahyu 7:9. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Hal lain yang membuat saya terkesan adalah fakta bahwa surga adalah teempat yang tertata rapi. Semunya dilakukan dengan cermat, pada tempatnya, kepantasan, dan tingkat tertinggi dari keindahan. Tidak ada pekerjaan yang jelek, kurang, atau kegiatan yang pas-pasan.

Ketika saya melihat keluarga-keluarga di lereng bukit yang kudus di surga dan menyembah Tuhan, itu adalah pemandangan yang benar-benar indah. Mereka bergirang dan berbahagia tanpa dibuat-buat dan tanpa halangan. Merka terlihat melakukan hal-hal yang menakjubkan dalam hadirat Tuhan.

Semuanya, apakah dilakukan perorangan atau kelompok, semua dilakukan dengan gaya yang teratur. Surga itu bebas dari ketidakmurnnian dan ketidaksempurnaan. Semuanya sempurna jauh sekedar dari kata-kata. Semua perubahan dan pengubahan kita semua terbiasa dengan apa yang di bumi tapi tidak tahu dalam firdausnya Tuhan. Kegirangan yang sempurna dan damai yang memenuhi hati, jiwa dan tubuh bagi semua yang ada di sana.

PERINTAH YANG SEMPURNA
Hebat, perintah yang sempurna dan tujuannya menggambarkan semua yang terjadi di surga.

Para malaikat dan orang-orang kudus secara terus menerus sibuk dalam pelayanan kegirangan yang sempurna. Tidak ada yang malas. Tidak ada yang menjadi bosan. Anak-anak Tuhan, sebagaimana para malaikat dan para mahluk surgawi, melayaniNya siang dan malam selamanya.

Ketika kita menerima tubuh surgawi yang baru setelah kebangkitan dari orang-orang kudus, kita tidak akan pernah bertambah tua atau menjadi lemah. Kita tidak akan pernah menjadi penat. Tubuh yang ajaib, mulia tidak akan kehilangan kekuatannya. Dalam kekekalan, waktu yang dihabiskan dan keadaan yang ada tidak akan menggangu pikiran, keingginan dan tubuh.

Untuk bekerja dalam kepegawaian dan kegirangan surgawi, kita harus menjadi menjadi alamiah surgawi. Dan itu terjadi ketika lahir baru-kita menjadi “ikut serta dalam alam yang hebat” (2 Petrus 1:4), sebagaiman Petrus menjelaskan:

2 Petrus 1:3-4. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

Arsitektur surga didesign dan terbuat dalam kekekalan yang dari Tuhan. Dalam satu bagian yang saya lihat kota-kota surga seperti sebuah seluruhnya blok. Bangunannya sangat besar, disepanjang atapnya terdapat mahkota yang besar dan mengagumkan yang terdapat banyak perhiasan. Saya tidak tahu berapa banyak orang yang ada dalam bangunan tersebut karena saya tidak masuk ke dalamnya. Tapi mereka terlihat megah dan luas, jauh dari apa yang dapat engkau bayangkan di dunia.

Saya berpikir tentang bagaimana Alkitab berkata ketika kita bersusah payah demi Yesus, kita menabur harta di surga (Lukas 18:22). Saya teringat kepada ayat-ayat ini:

Wahyu 11:16-18. Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Aliah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah, sambil berkata: “Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.”

Lukas 6:23. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Wahyu 22:12. Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

KERETA TEMPUR TUHAN
Ketika kami pergi ke bagian lain dari surga, malaikat Tuhan yang bersamaku berkata, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.”

Malaikat itu menunjukkan kepadaku kereta pertempuran Tuhan. Roda-rodanya sangat besar sulit untuk dijelaskan. Tertanam banyak perhiasan dan berlian dan jamrud yang berharga.

Setiap kereta tempur paling tidak memiliki dua roda pada tiap bagian. Bagian depan kereta tempur dibuat rendah dan terbuka seperti kereta luncur. Terlihat seperti dalam bara api, tapi itu tidak pernah terbakar.

TUBUH YANG INDAH
Ciri-ciri orang yang saya lihat di surga adalah mulia dan indah. Tidak ada seorang pun yang mempunyai bekas luka, mereka semua terlihat berseri-seri dan tampan.

Saya pernah mendengar orang berkata, “Lagi pula, kita akan hilang dan menjadi kabut asap.” Tidak, kamu tidak akan menjadi demikian. Engkau akan mempunyai tubuh yang utuh dan istimewa.

Alkitab berkata ada tua-tua di sekitar tahta:

Wahyu 4:4. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

Para kepala keluarga di surga orang-orang kudusnya Tuhan yang indah yang telah mati dan hilang sebelum kita. Tuhan telah memberi mereka hidup yang kekal. Saya melihat mereka ketika akan menerima tubuh yang baru, dimurnikan setelah Kebangkitan.

Orang-orang kudus, engkau akan benar-benar berbahagia di surga. Ketika saya berada di surga, ingatan akan rumahku hilang sama sekali. Tidak ada kesedihan, tidak ada penderitaan, tidak ada penyesalan. Saya dipenuhi oleh kegirangan yang dari Tuhan dan terpesona oleh terkagum-kagum oleh keindahanNya.

Tidak ada kegelapan di surga. Hanya ada kemuliaan dan kuasa yang besar di mana-mana, terlebih lagi ketika mendekat kepada tahtaNya. Sungai Kehidupan yang mengalir dari tahta; sangat indah dan terlihat seperti laut kaca:

Wahyu 22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Kemudian malaikat berkata kepadaku, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan.”

Orang-orang kudus, saya dibawa dengan sangat cepat oleh malaikat ke suatu tempat pengagungan tertinggi untuk Tuhan dan alunan musik kedengarannya bertambah-tambah dan semakin keras. Itu adalah musik yang indah yang engkau pernah dengar. Suara kegirangan dan sorak-sorai terdengar di mana-mana.

Malaikat Tuhan berkata, “Kita akan mendekat kepada tahta.” Saya pikir, “Oh, Tuhan, betapa agung, betapa indahnya!”

KETIKA TUHAN BERKATA
Ketika Tuhan berkata-kata, terlihat bahwa ada dua puluh malaikat besar, tinggi mereka sekitar lima belas kaki, berdiri di depan tahta. Mereka meniup terompet!

Perhiasan yang indah menghiasi pakaian depan mereka. Dengan musik dan dengan semua hal yang mereka katakan dan lakukan, mereka menutupi angkasa. Mereka sepertinya mempersiapkan jalan untuk Tuhan akan berbicara.

Saya dapat melihat sebuah awan tipis memenuhi tahta agung ketika Tuhan berbicara atau memberitakan sebuah pesan.

Wahyu 4:5. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Kemudian kuasa akan terpancar keluar dari tahta. Di tengah-tengah tahta. Tuhan Yang Maha Kuasa menempatkan awan kemuliaan.

Ketika Tuhan berkata, suaraNya terdengar seperti “suara menderau” Wahyu 14:2, tapi saya mengerti setiap kata-kataNya. Sekali Tuhan berkata tentang Darah PutraNya. Dia berbicara tentang bagaimana darah AnakNya membersihkan dosa semua orang di dunia. Dia berkata bahwa darah AnakNya Yesus Kristus bisa membersihkan kita dari semua dosa (1 Yohanes 1:7), dan Ia memperjelas ajakaan:

Wahyu 22:17. Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!

Efesus 1:7. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.

Kolose 1:14. Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

Ketika saya berada di surga, sangat mengagumkan dan menggirangkan untuk mendengar suara Tuhan. Walaupun terdengar seperti deru yang besar, suara Tuhan sangat menyenangkan. Saya dapat mengerti setiap kata yang Dia katakan.

Saya masih terpikir, “Oh Tuhan, betapa indahnya Engkau! Engkau mempersiapkan segalanya. Engkau semua terjadi untuk kami, Tuhan! Kami bahkan tidak terpikir akan semua hal yang Engkau persiapkan kepada kami yang mengasihiMu.” (1 Korintus 2:9)

SURGA, TEMPAT YANG NYATA
Saya kembali teringat, “Surga itu nyata. Semua orang ini nyata. Semua malaikat ini nyata. Semua hal ini indah dan nyata, dan suatu hari saya akan pergi untuk mewarisi untuk terus melayani Tuhan.”

Berbicara tentang surga dan kemegahan Tuhan adalah kegirangan buatku. Saya berterimakasih kepadaNya dengan segenap hati karena bisa melayaniNya. Saya berterimakasih kepada Tuhan karena Tuhan Yesus Kristus menyelamatkan jiwaku dari neraka yang buruk. Saya berterimakasih kepada Tuhan bahwa saya telah lahir baru, darah dibersihkan untuk anak-anak Raja dan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhanku!

Jika engkau belum lahir baru, engkau perlu untuk diselamatkan dari dosa-dosamu. Kamu harus meminta kepada Yesus Kristus untuk masuk kedalam hatimu agar jiwamu diselamatkan.

Percaya bahwa Dia adalah Anak Allah. Percaya bahwa Allah Bapa yang mengirimNya datang ke bumi, lahir dari Maria, seorang perawan, dan Dia adalah Anak Allah yang kudus, dikirim untuk menebus kita dari neraka. Lebih dari semua, engkau harus percaya bahwa hanya Dia yang telah mati di kayu salib yang bisa membersihkan dosa-dosamu.

APA YANG TERJADI KEPADA ANAK-ANAK
Sewaktu ada di dunia Yesus pernah berkata tentang anak-anak. Dia berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 19:14). Yesus juga berkata tentang hal-hal ini:

Matius 18:3-4. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Yesus juga berkata tentang hal-hal ini:

Markus 10:15. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil ia tidak akan masuk ke dalamnya.

Markus 9:37. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.

Juga, dalam Perjanjian Lama tertulis,

Yoel 1:3. Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.

Bagian dari surga ini benar-benar mengejutkan banyak orang. Banyak orang yang terkritik karena ini, tapi saya tahu bahwa Tuhan ingin menunjukkan tempat itu kepada saya. Itu terjadi sewaktu kunjunganku ke surga.

Saya bersama malaikat agung dengan sayap yang berwarna-warnikan seperti pelangi, berbentuk segitiga. Malaikat tersebut memakai jubah, berkilauan dan rambutnya seperti emas. Penampilannya benar-benar indah dan mulia. Sinar dan kuasa ada pada malaikat itu.

Dia berkata, “Mari dan lihat kemuliaan Tuhan. Tuhan telah berkata bahwa saya harus menunjukkan di mana anak-anak pergi dan apa yang terjadi kepada mereka ketika mereka mati.”

Saya ingin menerangkan sedikit hal di sini. Ketika Tuhan Yesus menunjukkan neraka kepadaku, saya tidak melihat anak-anak. Tidak ada anak kecil atau bayi dalam neraka yang bisa saya ingat.

Ini mungkin tidak sepaham dengan teori kebanyakan orang, tapi saya ingin memberitahu bahwa malaikat Tuhan menunjukkan kepadaku surga dan neraka dan tempat anak-anak berada.

Saya berjalan bersama malaikat itu dan sambil memuji Tuhan. Kami berada tinggi di udara ketika kami berhenti dan malaikat berkata, “Aku ingin menunjukkan kepadamu semua hal ini.”

INGATAN
Ketika saya bersama malaikat Tuhan, banyak hal yang terjadi yang tidak dapat saya ingat sekarang. Saya tidak diijinkan untuk mengingat beberapa hal. Banyak kejadian yang telah terjadi ketika kunjungan ke surga-hal-hal yang diperlihatkan kepadaku namun saya tidak bisa mengingatnya. Bagaimanapun, apa yang saya diijinkan untuk mengingat adalah cukup untuk memotifasi saudara tentang surga!

Daniel mempunyai pengertian yang lengkap tentang penglihatan dan mimpi-mimpi. Bagaimanapun, ketika Tuhan membawaku ke surga, wow, disana memang tempat kemuliaan dan kuasa! Banyak hal yang ada tidak dijelaskan kepadaku, dan saya dibawa ke beberapa tempat di surga. Bagiku tempat yang paling menakjubkan adalah tempat bayi-bayi dan anak-anak berada.

BAYI-BAYI YANG TIDAK TERLAHIR
Ketika malaikat Tuhan berkata, “Mari dan lihat,” dia mengerakkan tangannya ke udara, dan sebuah penglihatan dari rumah sakit pun terlihat. Saya melihat seorang wanita dan ruangan kerja, mempunyai seorang anak.

Malaikat Tuhan itu berkata kepadaku, “Dia mengalami keguguran. Bayi tersebut berumur tiga bulan.”

Dua malaikat yang indah muncul di tempat tidurnya. Dalam tangan mereka terdapat seperti sebuah keranjang terbuat dari marmer dan berlian. Keranjang yang paling indah yang pernah saya lihat. Terbuka di tengahnya dan tertutup pada sampingnya.

Malaikat-malaikat itu memuji Tuhan. Saya dapat mendengar mereka. Ketika wanita itu mengalami keguguran, roh bayi, seperti uap, bangun dari bayi kecil tersebut. Malaikat Tuhan mengambilnya dan menaruh ke dalam keranjang, kemudian menutupnya, dan mengangkat tangan mereka ke atas. Kedua malaikat itu memuji-muji Tuhan. Mereka bersorak-sorai dan memuji Dia sebagai Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan, Pencipta segalanya di bumi dan di surga. Mereka bersorak, “Kemuliaan bagi Tuhan!”

Ketika mereka melewati kami, mereka berkata, “Mari dan lihat.”

Kami kemudian berada di pintu gerbang surga. Ya ampun! Ini terlihat seperti bagian terindah dari surga! Saya tidak pernah melewati bagian pintu masuk dan gerbang ini.

Saya ingat ketika malaikat-malaikat tersebut pergi ke suatu tempat di surga. Saya ditemani oleh malaikat memandu saya. Kami terbang tinggi sehingga saya dapat melihat tahta lagi, dan saya dapat mendengar sorak-sorai dan puji-pujian untuk Tuhan. Kali ini kami mendekat dari arah kiri dari tahta.

Saya ingat dari arah ini dan berpikir, “Oh Tuhan, betapa indahnya Engkau. Betapa menakjubkannya Engkau.” Pujian yang tinggi untuk Tuhan dan kemuliaan dan sorak-sorai terdengar dimana-mana.

Saudara tahu, Ayat Suci banyak berkata tentang malaikat. Ini adalah contohnya:

Mazmur 103:20. Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.

Mazmur 34:7. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Matius 28:2-3. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.

Yesus berbicara tentang dibawa ke surga oleh malaikat-malaikat:

Lukas 16:22. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat- malaikat ke pangkuan Abraham.

MALAIKAT-MALAIKAT TUHAN.
Banyak penjelasan tentang malaikat-malaikat dalam Firman Tuhan. Saya berpikir bagaimana FirmanNya nyata melalui hal-hal yang terjadi lagi dan lagi. Tapi ketika wahyu itu diberitakan untuk seseorang, itu memberi penerangan yang lebih.

Panggilang utama Tuhan adalah mimpi-mimpiku, penglihatan dan pewahyuan. Kesaksianku adalah bahwa saya adalah ciptaan Tuhan, dan saya senang menceritakan cerita ini kepada anak-anak.

Oh, kemuliaan yang kami lihat dan suara puji-pujian yang kami dengar! Di sekeliling tahta banyak cahaya dan kilat dan pelangi. Ada gambaran seorang Lelaki di dalam awan dari kemuliaan yang menutupi tahta.

Malaikat-malaikat menaruh keranjang yang mereka bawa pada tahta dan berlutut. Ujung sayap mereka mengarah key atas. Berkata “Kemuliaan!” dan “Haleluyah!” dan “Puji Tuhan!” terdengar di mana-mana.

Lagi, terlihat seperti kami berada dalam area yang luas. Malaikat yang besar meniup terompet sepertinya mereka sedang menampilkan sesuatu.

Sekarang, saya tidak melihat Tuhan, tapi saya melihat seperti Tuhan seperti Musa mengalaminya. Keluaran 33:17-23. Kemudian saya melihat sebuah tangan membuka keranjang. Saya yakin bahwa itu adalah gambaran tangan Tuhan.

Saudaraku, saya berkata kepadamu, jika saja engkau dapat melihat kemuliaan dan kuasa Tuhan sama seperti Dia memperlihatkannya kepadaku! KuasaNya sangat mengagumkan dan indah dan menakjubkan!

Saya melihat tangan keluar dari awan dan membuka keranjang tersebut. Mengambil jiwa yang ada di dalam dan membaringkannya di altar. Kemudian saya melihat tangan-tangan mulai bekerja pada jiwa kecil ini.

Ketika pekerjaan selesai dan lengkap, bentuk yang paling indah dan sempurna dari seorang manusia muncul. Itu berlanjut kemudian menjadi orang muda yang sangat tampan yang saya pernah lihat.

DALAM KEPEDULIAN TUHAN
Tidak ada cacat atau tanda dosa di surga. Ayat Suci tentang kreasi Adam datang kepadaku. Kemudian Tuhan berkata, “Tidak ada ketidaksempurnaa di tempat ini. Semua yang hilang oleh Adam pertama telah dikembalikan oleh Adam kedua.”

Adalah benar-benar percaya kalau tanda dosa dalam surga adalah luka di tangan Yesus dan di kami dan lambung. Ini akan menjadi pengingat untuk selama-lamanya bahwa Tuhan yang telah membayar harga untuk keselamatan kita.

Kemudian saya merasa bahwa di atas kepala Tuhan-terlihat seperti kain wol (Wahyu 1:14). Transformasi yang luar biasa terjadi ketika Tuhan menghembuskan nafas kepada bayi kecil ini, dan itu menjadi mahluk benar-benar sempurna.

Malaikat-malaikat mulai memuji-muji Tuhan. Saya melihat menifestasi yang besar ini yaitu kuasa Tuhan, semua pertanyaan yang saya punyai tentang bagaimana bayi-bayi dan anak-anak hilang sepenuhnya. Sekarang saya tahu tanpa keraguan bahwa mereka dalam tangan Tuhan, menjadi bentuk yang sempurna!

Kemudian malaikat dan saya berada ke tempat yang sangat tinggi, lebih tinggi dari suatu tempat di surga. Terdapat pepohonan yang indah dari semua macam buah-buahan yang ada. Saya melihat bunga-bunga dari semua jenis. Sya dapat melihat jenis-jenis yang saya belum pernah lihat sebelumnya. Oh, keindahan surga tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata!

Kemi lebih tinggi lagi ke tempat yang lain. Saya dapat mendengar pujian sorak-sorai. Malaikat yang besar memakai jubah panjang, putih berdiri disamping gerbang. Posisnya berada dibalik meja. Dia mengambil buku emas dari meja dan menyerahkannya kepada malaikat yang lain. Malaikat yang menerimanya kemudian membukanya dan percikan cahaya terlihat dari buku itu dan mulai bersinar-sinar. Itu mengingatkanku kepada jutaan kembang api yang telah dinyalakan secara bersamaan.

Kemudian saya melihat orangtua-orangtua dan anggota keluarga sebagaimana mereka bergerak disekitar dan bergerak pula ke individu tertentu. Mereka mulai bersorak, melangkah dan melompat. Saya tidak tahu tempat apa ini.

Malaikat berkata kepada saya, “Semua orang tercinta ini mengenal anggota keluarga mereka.” Semua yang terpotong, lumpuh, cacat atau telah menjadi prematur kini dalam keadaan yang sempurna. Mereka telah menjadi penuh!

Dalam surga, engkau akan mengenal semua orang. Kamu akan tahu Abraham, Isak dan Yakub. Kamu akan tahu Musa dan semua nabi-nabi. Kamu akan tahu murid-murid Yesus dalam Perjanjian Baru.

Engkau akan tahu semua orang yang ada di surga. Engkau akan tahu sebagaimana Tuhan mengenalmu (1 Korintus 13:12). Engkau akan memiliki pengetahuan yang luas.

Malaikat-malaikat berkata kepadaku, “Mari. Engkau akan masuk melalui gerbang ini.”

Gerbang yang paling indah yang pernah lihat di surga. Di design seperti taman gerbang dengan kayu disekitarnya, tapi terbuat seperti berhiaskan batuan dan marmer. Bunga-bunga tumbuh disekitarnya.

Kami masuk melalui gerbang dan menyaksikan pujian dan kumpulan dari semua keluarga Tuhan.

SEBUAH REUNI SURGA
Raja Daud tahu bahwa ketika anak-anak kecil prematur yang mati untuk alasan apapun, jiwa mereka pergi ke surga, di mana orang yang percaya dalam keluarga mereka akan dipersatukan kembali pada suatu hari. Ketika anak bayi yang masih dalam kandungan Batsyeba, mati, Daud menyesali dosanya dan yakin bahwa Tuhan mengampuninya (Mazmur 32:5). Karena Daud menemukan kedamaian dalam pengetahuan bahwa akan bersama Tuhan dalam kekekalan (Mazmur 23:6) dan dia akan bertemu anaknya yang bayi lagi (2 Samuel 12:23), dia menenangkan Batsyeba dalam kesedihannya.

Berikut adalah cerita Alkitab tentang pertistiwa itu:

2 Samuel 12:13-14. 16-24. Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.” Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah. Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka. Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: “Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati? Jangan-jangan ia mencelakakan diri!” Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: “Sudah matikah anak itu?” Jawab mereka: “Sudah.” Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan. Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: “Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!” Jawabnya: “Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.” Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini.

Malaikat Tuhan berkata kepadaku, “Dari waktu kehamilan, sebuah bayi adalah jiwa abadi. Jika sebuah bayi diaborsi atau keguguran atau tiba-tiba mati, Tuhan tahu tentang itu. Dia menyruh malaikatNya untuk menguasai mereka.

“Kami membawa jiwa kecil mereka ke sruga, dan Tuhan menyempurnakan mereka. Tidak melihat apakah bayinya diaborsi atau mati alami. Itu akan dibentuk menjadi bentuk yang sempurna oleh tangan Tuhan.

“Jika orang tua dari semua anak-anak itu hidup dalam kebenaran dalam Yesus Kristus, ketika mereka masuk dalam surga, mereka akan dipersatukan kembali dan akan mengenal yang mereka kasihi. Mereka akan salin gbertemu dalam gerbang kemuliaan!”

PUJIAN DISEKITAR TAHTA
Sekarang, saya memuji Tuhan untuk kesempatan penglihatan di surga yang telah ada dalam buku. Rasanya terbakar terus-menerus dalam hatiku. Banyak orang yang mendukungku untuk menulis kesaksian ini dan membagikan penglihatan surga yang Tuhan berikan kepadaku.

Saya telah membagikan penglihatan surga, sebagaimana saya mengalami neraka, dalam banyak gereja yang telah saya layani.

Saya ingin membagikan kejadian yang lain yang saya lihat di surga. Saya ingin anda tahu bahwa surga itu benar-benar nyata. Jika anda kehilangan seseorang yang anda kasihi, seseorang yang telah mendahuluimu pergi ke surga, bahwa orang itu akan bertemu dengan saudara di gerbang kemuliaan. Saya ingin meyakinkan saudara, karena kita telah diberkati sebuah harapan dalam Yesus Kristus. Dia telah pergi ke surga untuk mempersiapkan tempat bagi kita disana.

Malaikat-malaikat yang saya lihat di surga terlihat sangat besar dan perkasa! Mereka memakai jubah berkilauan, gemerlap yang terpancar dalam kumpulan cahaya. Mereka berkuasa dan tulus hati. Mereka patuh kepada Tuhan. Nyata bagiku bahwa malaikat besat yang saya lihat di setiap gerbang berlian melindungi malaikat-malaikat.

Saya melihat pedang-pedang oleh malaikat-malaikat tersebut yang ada disamping, saya berpikir, “Kemuliaan bagi Tuhan! Haleluya! Tuhan memang melindungi anak-anakNya.”

MALAIKAT-MALAIKAT TUHAN
Anda tahu, Alkitab seringkali berbicara tentang malaikat-malaikat, banyak yang dilewati kepada malaikat-malaikat. Sungguh mengagumkan bahwa kita memandang perkataanNya terbukti lagi dan lagi. Ketika sebuah wahyu diberikan untuk seseorang, bagaimanapun, ini terlihat untuk lebih menerangkan lagi.

Berikut ini adalah contoh-contoh dari apa yang Alkitab katakan tentang malaikat-malaikat:

Mazmur 91:11-12. Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

Kejadian 24:40. Tetapi katanya kepadaku: TUHAN, yang di hadapan-Nya aku hidup, akan mengutus malaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil, sehingga engkau akan mengambil bagi anakku seorang isteri dari kaumku dan dari rumah ayahku.

Wahyu 10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari dan kakinya bagaikan tiang api.

Wahyu 18:1. Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.

Markus 12:25. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Lukas 22:43. Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

Ibrani 1:14. Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

Lukas 15:10. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

Lagi saya diperbolehkan untuk masuk dalam gerbang surga, dan saya ingat saya dipenuhi oleh perasaan damai dan kegirangan yang ada disana. Oh, betapa mulianya nyanyian dan puji-pujian! Orang-orang kudus, saya pikir tak ada seorang pun yang bisa menjelaskan itu semua dengan baik, karena bumi tidak pernah merasakan kedamaian yang seperti itu. Sejak Eden, bumi tidak merasakan damai, kegirangan dan yang lain-lain yang ada di surga.

Dalam surga tidak ada sakit. Tidak ada kursi roda. Tidak ada ketidakmampuan. Tidak ada penyakit. Semuanya sempurna dan indah. Tidak ada korupsi. Tidak ada bohong. Tidak ada dosa, karena Tuhan tidak akan mengijinkan dosa masuk ke dalam gerbang surga.

KEAGUNGAN YANG BESAR-BESARAN
Bersama malaikat yang memanduku, kami pindah dengan sangat cepat. Kami melewati pohon-pohon buah yang tumbuh di samping Sungai Kehidupan. Semuanya penuh dengan buah yang indah-indah.

Sejalan kami berpindah tempat, itu sepertinya kami bagian dari musik. Setiap waktu di durga, saya mendengar musik, dan itu selalu baru. Saya mendengar musik yang terus-menerus yang terangkat, hormat dan pujian untuk Tuhan.

Malaikat pemanduku berkata kepadaku, “kita akan akan mendekati tahta dan melihat kemuliaan Tuhan.” Sepanjang jalan, terlihat ratusan orang datang dari seluruh penjuru surga. Mereka datang untuk menyembah Raja segala Raja dan Tuhan segala Tuhan.

PUJIAN DI SURGA
Sejalan kami berpindah tempat, itu serlihat seperti ratusan dan bahkan ribuan, dan ribuan bahkan tidak terhitung. Mereka kelihatannya dari bagian lain dari surga. Sepertinya kami akan memasuki seperti arena besar yang Yohanes jelaskan:

Wahyu 4:2-5, 10-11. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. Maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian, dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

Dan awan-awanya! Awan yang paling indah mengembung masuk dan keluar dari tahta. Berbentuk seperti awan jamur dari ledakan atom, setiap awan bercampur dengan kemuliaan dan warna-warni yang indah.

Lengkungan pelangi ada di atas semua ini. Tidaklah mungkin membayangkan betapa besar kuasa Tuhan.

Saya tahu dalam hati bahwa bentuk dari seorang yang saya lihat dalam awan-awan adalah Tuhan.

Ribuan tahun yang lalu, Tuhan menghendaki manusia serupa dengan gambarNya, dan Ia lakukan:

Kejadian 1:27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Secara literatur, Tuhan mengambil tanah dan membuat seorang lelaki. Berpikir tentang kuasa Tuhan maka ada:

Kejadian 2:7. Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Kemudian, karena Adam sendiri (Kejadian 2:20) “Tetapi bagi Adam sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.” Tuhan membuat dia tertidur nyenyak. Tuhan mengambil rusuk Adam, dan membuat seorang wanita. Tuhan membentuk Hawa, teman, sahabat Adam seumur hidup, yang juga diciptakan dalam gambarNya (Kejadian 1:27). Betapa besar kemuliaan yang diberikan kepada manusia yang serupa dengan gambarNya!

PERSIAPKAN BAGI TUHAN
Kesaksian tentang pujian surga menunjukkan keindahan dan kekudusan Tuhan. Sesampai kami pada tempat itu, saya dapat melihat orang dan malaikat di mana-mana. Saya terkesan dengan apa yang ada. Dimana-mana, orang-orang dan malaikat-malaikat memuji Tuhan.

Sungai Kehidupan mengalir dari tahtanya Tuhan. Bening seperti lautan kaca, seperti laut kristal, tapi itu mengalir.

Kemudian, orang-orang kudus, lagi saya melihat kuda-kuda. Putih, besar, mengagumkan bahwa kuda terlihat seperti terbuat dari marmer. Mereka indah dan tanpa sayap. Mereka agung, seperti buah catur, tapi mereka benar-benar nyata. Selimut putih ada di punggung setiap kuda tertata rapi dengan tepian emasnya. Tali kekang emas ada pada mulut mereka. Mereka memiliki hiasan pada kaki mereka dan seperti sikat pada ekor mereka. Semua kuda ini menandakan siaga di depan tahta.

Saya memperhatikan bahwa dua puluh malaikat berdiri di depan tahta mempunyai terompet dan musikal tanduk pada samping mereka. Mereka mengalir, hiasan berkilauan dengan hiasan emas dan batuan merah delima tertanam dan semua jenis batuan berharga.

Kemudian, saya melihat intsrumentasi musik. Adalah instrument yang paling mengagumkan yang kau bisa bayangkan. Oh, betapa indahnya surga! Begitu banyak harpa. Saya melihat partitur-partitur di alat-alat musik tersebut.

Saya berpikir, “Oh, puji Tuhan! Haleluyah!”

PANGGILAN UNTUK MENYEMBAH
Kemudian, orang-orang kudus, Roh Kudus sangat jelas menunjukkan saya sesuatu. Wanita yang ada di tempat kumpulan kuda-kuda masih berdiri. Kemudian malaikat-malaikat yang ada di depan tahta, satu setiap perintah, mengambil terompet dipinggangnya dan mulai meniupnya. Ketika mereka meniupnya terompet-terompet tersebut, oh, suara-suara kegirangan dan pujian tertinggi naik! Seseorang di surga dengan suara keras menyatakan:

Sekarang adalah waktunya untuk memuji Raja segala Raja dan Tuhan segala Tuhan untuk kemuliaanNya dan kuasaNya ke atas orang-orang di bumi.

Ini waktunya untuk memberi pujian tinggi bagi Dia, untuk memuji Dia dalam lagu dan tarian, untuk memuji Dia dengan musik, dan untuk memuji Dia untuk kebaikanNya.

Dia adalah Tuhan. Dia adalah Raja diatas segala Raja dan Tuhan diatas segala Tuhan. Dia adalah Juruselamat manusia.

Sebagaimana mereka menyebutkan hal-hal itu, orang-orang kudus, suara terompet semua bergemuruh dan bersorak-sorai! Kemudian malaikat yang membacakan gulungan tersebut berhenti, dan sebuah tanda diberikan.

Dengan cepat, semua kuda-kuda yang menakjubkan itu semua berlutut. Kepala mereka semua tertuju kebawah dalam sebuah barisan dalam pujian bagi nama Tuhan:

Filipi 2:10. Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.

Wahyu 5:13. Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada d dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

Kuda-kuda tersebut kemudian berputar dan berjingkrak-jingkrak di depan Tuhan. Mereka melakukan semua gerakan untuk memuliakan nama Tuhan. Oh, jika saja kau dapat melihat kejadian semua ini! Dan Tuhan sangat disenangkan oleh pujian mereka itu.

MOTIFASI UNTUK MEMUJI
Orang-orang kudus, saya pikir kita tidak menyadari betapa Tuhan senang dengan pujian kita. Ketika kita sedang diuji, sakit hati, dan penderitaan, Tuhan menginginkan kita untuk memujiNya. Kita tidak memujiaNya karena penderitaan dan cobaan tapi karena kita mengasihi Dia.

Ketika kita memuji Dia, demi Tuhan, bukan untuk kita sendiri. Ketika kita memuji Dia untuk kuasaNya yang telah melakukan banyak hal untuk kita, kita menggeser fokus kita sendiri untuk Tuhan. Dalam proses memasuki ke dalam pujian, kita mesti menyadari bahwa hanya Dia Seorang yang bisa memecahkan masalah yang kita sedang hadapi, dan kita bisa percaya kepadaNya untuk bantuan kita. Jadi, sebenarnya kita diuntungkan ketika kita benar-benar memuji dan menyembah Tuhan.

PUJIAN PENGHORMATAN
Pada waktu itu, semua musisi surgawi mulai memainkan musik, dan kelompok pemuji yang lain juga. Ribuan suara nyanyian dinyanyikan untuk penghormatan dan pujian untuk Yesus. Suara-suara kemuliaan semua naik. Semua terdengar disetiap penuru sorga. Untuk berjam-jam, itu terlihat, pujian terdengar untuk Tuhan!

Betapa mengagumkan untuk didengarkan dan menjadi ditengah-tengah pujian untuk Tuhan! Disana! Ditengah-tengah getaran, suara yang mengagumkan, di dunia kelihatannya jauh dari itu semua bagiku. Penderitaan dan masalah semua jauh. Ketakutan neraka semuanya jauh.


TUGAS YANG TUHAN BERIKAN UNTUK SAYA
Bagaimanapun, saya tahu dalam diri saya bahwa saya mempunyai tugas yang Tuhan berikan.




Lihat video kesaksiannya








Sumber : http://www.SpiritLessons.com, http://www.youtube.com/watch?v=UYAVkuNk8pU

2 komentar: